Rupiah Jumat Pagi Stagnan di Rp9.701

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

Jakarta (ANTARA) - Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Jumat pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.701 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah sempat mengalami `rebound` tipis setelah pelaku pasar merespons kenaikan survey bisnis Prancis dan `price producer index` Jerman," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.

Ia mengutarakan bahwa data penurunan klaim pengangguran Inggris juga sempat memberikan sentimen positif.

"Akan tetapi, laju apresiasi rupiah mulai tertahan dengan sentimen negatif dari The Fed yang menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak negatif dari tingginya stimulus moneter AS. Kondisi itu membuat minim fluktuasi," katanya.

Selain itu, dia melanjutkan, "Federal Open Market Committee" (FOMC) juga menunjukkan adanya keinginan dari beberapa petinggi The Fed untuk menghentikan program pembelian obligasi sebelum kondisi tenaga kerja AS mengalami perbaikan yang signifikan.

"Kondidi itu membuat pasar semakin khawatir akan potensi pengetatan moneter dari The Fed. Belum lagi dari penurunan data-data indeks manufaktur di sejumlah wilayah Eropa sehingga makin menekan mata uang euro hingga akhir sesi," kata dia.

Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengemukakan bahwa data AS masih "mixed" tetapi menuju perbaikan. Naiknya penjualan rumah, diikuti dengan menurunnya stock (inventori) rumah yang dijual membuat kenaikan signifikan di sektor properti AS sejak 2005.

"Indeks Dow Jones melemah kemarin masih mengkawatirkan, kemungkinan The Fed mengurangi pembelian aset," kata dia.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat