Rupiah Jumat Pagi Stagnan di Rp9.701

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

  • IHSG Ditutup Naik ke Posisi 4.897 Poin

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, ditutup melanjutkan penguatannya ke posisi 4.897 seiring dengan ekspektasi kinerja emiten kuartal I tahun ini positif. IHSG BEI naik sebesar 24,04 poin atau 0,49 persen ke posisi 4.897,05. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 6,18 poin (0,75 persen) ke level 829,60. ... …

Jakarta (ANTARA) - Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Jumat pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.701 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah sempat mengalami `rebound` tipis setelah pelaku pasar merespons kenaikan survey bisnis Prancis dan `price producer index` Jerman," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.

Ia mengutarakan bahwa data penurunan klaim pengangguran Inggris juga sempat memberikan sentimen positif.

"Akan tetapi, laju apresiasi rupiah mulai tertahan dengan sentimen negatif dari The Fed yang menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak negatif dari tingginya stimulus moneter AS. Kondisi itu membuat minim fluktuasi," katanya.

Selain itu, dia melanjutkan, "Federal Open Market Committee" (FOMC) juga menunjukkan adanya keinginan dari beberapa petinggi The Fed untuk menghentikan program pembelian obligasi sebelum kondisi tenaga kerja AS mengalami perbaikan yang signifikan.

"Kondidi itu membuat pasar semakin khawatir akan potensi pengetatan moneter dari The Fed. Belum lagi dari penurunan data-data indeks manufaktur di sejumlah wilayah Eropa sehingga makin menekan mata uang euro hingga akhir sesi," kata dia.

Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengemukakan bahwa data AS masih "mixed" tetapi menuju perbaikan. Naiknya penjualan rumah, diikuti dengan menurunnya stock (inventori) rumah yang dijual membuat kenaikan signifikan di sektor properti AS sejak 2005.

"Indeks Dow Jones melemah kemarin masih mengkawatirkan, kemungkinan The Fed mengurangi pembelian aset," kata dia.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...