Rupiah Kembali Tertekan, Masih Tersengat Sentimen The Fed

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat ini. Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh tekanan dari faktor eksternal yaitu pengumuman hasil rapat The Federal Reserve (The Fed).

Pada Jumat (5/11/2021), nilai tukar rupiah melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi 14.382 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya di angka 14.366 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpeluang tertekan hari ini. Kebijakan tapering masih menjadi pertimbangan pasar," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Ariston, pasar juga menantikan data tenaga kerja AS pada Oktober versi pemerintah yang akan dirilis malam ini.

Data tersebut menjadi bahan pertimbangan bank sentral AS untuk menaikan suku bunga acuannya bila data semakin membaik.

"Hari Rabu lalu, data tenaga kerja AS versi swasta menunjukan angka yang bagus melebihi ekspektasi. Jadi data malam ini juga mungkin bagus. Dolar AS berpeluang menguat lagi," ujar Ariston.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sentimen Dalam Negeri

Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Kamis 4 November 2021 mencapai 628 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 19 kasus sehingga totalnya mencapai 143.500 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 837 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,09 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 11.364 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 122,85 juta orang dan vaksin dosis kedua 76,69 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran 14.380 per dolar AS hingga 14.400 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran 14.320 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel