Rupiah Lesu Imbas Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini. Rupiah melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Rabu (8/9/2021), nilai tukar rupiah dibuka di angka 14.240 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.212 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus bergerak melemah ke 14.265 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, kurs rupiah bergerak di kisaran 14.235 per dolar AS hingga 14.265 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,53 persen.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah dibuka melemah hari ini mengikuti penguatan indeks dolar AS pada perdagangan kemarin.

"Kelihatannya efek dari sentimen ekspektasi penundaan tapering bank sentral AS mulai berkurang. Tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat naik yang bisa jadi menarik sebagian pelaku pasar untuk masuk ke aset dolar AS," ujar Ariston dikutip dari Antara, Rabu (8/9/2021).

Selain itu, lanjut Ariston, peluang terjadinya tapering pada akhir tahun masih belum hilang karena The Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertimbangkan data-data terbaru yang akan masuk.

"Dari sisi teknikal, area Rp14.180-Rp14.190 terlihat sebagai support yang cukup kuat. Ini juga mungkin mendorong pasar melakukan pembelian dolar AS dibandingkan rupiah di sekitar level tersebut," kata Ariston.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kasus Covid-19 dan Prediksi Rupiah

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Senin (7/9) bertambah 7.201 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,14 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 683 kasus sehingga totalnya mencapai 137.156 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 14.159 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,86 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 138.630 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 68,21 juta orang dan vaksin dosis kedua 39,17 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi ditutup melemah ke kisaran Rp14.210 per dolar AS hingga Rp14.280 per dolar AS.

Pada Selasa (7/9), rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.213 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.223 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel