Rupiah Melemah di Awal Pekan, Ini Daftar Pemicunya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS awal pekan terkoreksi seiring pelaku pasar yang menunggu hasil rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Pada pukul 09.44 WIB, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.498 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.493 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di posisi Rp15.501 per dolar AS menguat tipis dibanding perdagangan hari sebelumnya Rp15.508 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah memiliki kemungkinan melemah terhadap dolar AS.

"Karena pasar menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari pekan ini," kata dia, Senin 26 Juli 2021.

Baca juga: IHSG Tertekan Perpanjangan PPKM, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Menurut Ariston, pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral mengeluarkan pandangan pengetatan moneter dalam waktu dekat.

Selain itu, kenaikan kasus COVID-19 yang masih berlangsung di sejumlah negara terutama di kawasan Asia Tenggara juga masih menjadi kekhawatiran pasar.

Di Indonesia, pembatasan ketat masih diberlakukan meski sedikit lebih longgar karena kenaikan kasus masih cukup tinggi.

Dari dalam negeri, terjadi penambahan 38.679 kasus baru COVID-19 pada Minggu 25 Juli 2021 sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,16 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 bertambah 1.266 kasus sehingga totalnya mencapai 83.279 kasus.

Sementara, sebanyak 2,5 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 mencapai 573.908 kasus.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, minat pasar terhadap aset berisiko masih terlihat cukup tinggi dengan kenaikan indeks saham di AS dan Eropa pada perdagangan Jumat 23 Juli 2021 kemarin.

"Bitcoin juga terlihat menguat tajam pagi ini, sudah kembali ke level 38 ribu dolar per coin. Sentimen ini mungkin bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah," kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.520 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel