Rupiah melemah di tengah pengetatan moneter The Fed yang lebih cepat

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore, ditutup melemah di tengah kemungkinan pengetatan moneter yang lebih cepat oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah sore ini ditutup melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.288 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.265 per dolar AS.

"Dolar AS menguat di tengah menguatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya lebih cepat dari rekan-rekannya," tulis Tim Riset Monex Investindo dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan hasil notula rapat pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis semalam menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi bergerak lebih tinggi, dan bank sentral akan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

Sebelumnya, Presiden Fed San Fransisco Mary Daly juga mengatakan bahwa dia dapat melihat adanya sebuah argumen untuk mempercepat pemangkasan program pembelian obligasi The Fed.

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (24/11) kemarin mencapai 451 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 13 kasus sehingga totalnya mencapai 143.766 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 377 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 7.977 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 136,08 juta orang dan vaksin dosis kedua 91,21 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.277 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.266 per dolar AS hingga Rp14.299 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis ditutup melemah Rp.14.280 dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.272 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diproyeksikan melemah seiring masih tingginya inflasi di AS
Baca juga: Rupiah ditutup melemah seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Fed
Baca juga: Rupiah diperkirakan melemah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel