Rupiah melemah dipicu isyarat kenaikan suku bunga agresif oleh Powell

·Bacaan 1 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah dipicu isyarat kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell.

Rupiah bergerak melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.344 per dolar AS.

"Menjelang akhir pekan, saya melihat rupiah masih cenderung stabil walaupun sempat ada pelemahan nilai," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Revandra, faktor pendorong pergerakan rupiah yaitu penguatan indeks dolar AS menyusul sentimen kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed untuk menekan inflasi.

Powell mengisyaratkan kenaikan 50 basis poin pada pertemuan kebijakan bulan depan, termasuk kenaikan suku bunga berturut-turut tahun ini.

Powell mengatakan kenaikan suku bunga tersebut akan dilakukan ketika The Fed bertemu pada 3-4 Mei 2022 untuk menyetujui yang berikutnya dalam apa yang diperkirakan menjadi serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini.

"Walaupun begitu fundamental ekonomi Indonesia cukup baik sehingga rupiah mampu bertahan dari tekanan mata uang dolar," ujar Revandra.

Pada Rabu (20/4) lalu, rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.344 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.357 per dolar AS.

Baca juga: Dolar menguat setelah Powell dukung kenaikan suku bunga yang besar
Baca juga: Yen dan yuan menderita saat Fed akan naikkan suku bunga lebih cepat
Baca juga: Yuan anjlok lagi 498 basis poin menjadi 6,4596 terhadap dolar AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel