Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Inflasi

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Selasa, 1 Desember 2020. Rupiah kembali bergerak di kisaran atas Rp14.100 per dolar AS.

Di pasar spot hingga pukul 10.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.136 per dolar AS. Melemah 0,12 persen dari penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok nilai tengah rupiah di level Rp14.178. Melemah dari level kemarin Rp14.128.

Baca juga: Curhat Dokter ke Anies: Tak Lama Lagi RS di Jakarta Mulai Kolaps

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan, pelaku pasar keuangan tengah mengantisipasi data inflasi Indonesia yang akan diumumkan hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan mengenai perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi data November 2020, pukul 11.00 WIB hari ini.

"Bila data menunjukkan kenaikan, hal tersebut positif untuk rupiah. Karena kenaikan inflasi bisa mengindikasikan pulihnya konsumsi," ucap dia hari ini.

Ariston memperkirakan, pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada di rentang yang cukup jauh, yakni di kisaran Rp14.050 sampai dengan Rp14.200 per dolar AS.

Sebab, faktor eksternal memberikan sentimen positif. Misalnya kabar nominasi Janet Yellen, mantan ketua bank sentral AS sebagai menteri keuangan pemerintahan Joe Biden.

Itu karena Yellen yang mantan pimpinan The Federal Reserve (The Fed) dianggap bisa bekerja sama dan menyelaraskan program pemulihan ekonomi dengan kebijakan the Fed saat ini.

"Kabar soal nominasi Janet Yellen sebagai menteri keuangan AS juga bisa memberikan sentimen positif untuk aset berisiko," tutur Ariston. (art)