Rupiah Melemah ke 14.265 per Dolar AS Usai Rilis Data Inflasi AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Rabu pekan ini. RUpiah melemah setelah rilis data inflasi konsumen AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/9/2021), rupiah dibuka di angka 14.254 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.247 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.246 per dolar hingga 14.265 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,43 persen.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu berpotensi melemah pasca rilis data inflasi Amerika Serikat.

"Rupiah masih bisa melemah terhadap dolar AS hari ini setelah rilis data inflasi konsumen AS bulan Agustus semalam menunjukkan tingkat inflasi AS yang masih cukup tinggi meski sedikit di bawah angka bulan lalu, 5,3 persen vs 5,4 persen year on year, sehingga hal ini masih membuka peluang pelaksanaan tapering pada akhir tahun," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Namun di sisi lain, lanjut Ariston, neraca perdagangan Indonesia Agustus yang diperkirakan surplus sekitar 2,3 miliar dolar AS, mungkin bisa menahan pelemahan rupiah hari ini dan berpeluang mendorong penguatan rupiah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Prediksi Rupiah

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Selasa (14/9) bertambah 4.128 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,17 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 250 kasus sehingga totalnya mencapai 139.415 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 11.246 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,94 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 92.328 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 74,26 juta orang dan vaksin dosis kedua 42,57 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak melemah ke kisaran 14.270 per dolar AS dengan potensi penguatan ke kisaran 14.220 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel