Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp14.120 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Selasa, 23 Februari 2021. Rupiah kembali bergerak di kisaran atas Rp14.100 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok nilai tengah rupiah hari ini di level Rp14.126 per dolar AS. Angka ini melemah dari level kemarin yang berada pada Rp14.098 per dolar AS.

Sedangkan di pasar spot, hingga pukul 10.00 WIB rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.128 per dolar AS. Naik sekitar 0,03 persen dari pembukaan perdagangan hari ini di posisi Rp14.125.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan dolar hingga hari ini masih dipicu oleh kenaikan imbal hasil surat berharga AS ke kisaran 1,39 persen.

"Dolar menguat karena imbal hasil Treasury AS telah meningkat dengan rilis data penjualan ritel yang kuat, tetapi kenaikan tak terduga dalam jumlah klaim pengangguran," tutur dia.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Di sisi lain, dia melanjutkan, Bank Sentral AS The Federal Reserves atau The Fed juga memperingatkan bahwa risiko kegagalan bisnis yang sedang berlangsung di AS tetap besar bahkan ketika ekonomi naik dari kondisi COVID-19.

Dari dalam negeri, dia mengatakan, sentimen negatif pelaku pasar keuangan lebih dipicu oleh proses vaksinasi yang berjalan lambat. Di tambah turunnya jumlah kasus akibat penurunan jumlah tes COVID-19.

"Di sisi lain, adanya banjir di sejumlah wilayah pulau Jawa terutama di kawasan Jabodetabek yang menjadi jantung perekonomian juga menjadi risiko lain yang patut diwaspadai," papar Ibrahim.

Dengan faktor-fakor tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.110 - Rp14.160.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2021: Global dan Antam Bersinar