Rupiah melemah menanti respons The Fed terhadap kenaikan inflasi

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang akhir pekan ditutup melemah seiring pelaku pasar yang menanti respons bank sentral Amerika Serikat, The Fed terhadap kenaikan inflasi di Negeri Paman Sam.

Rupiah Jumat sore ini ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.232 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.220 per dolar AS.

"Dolar diperdagangkan lebih tinggi pada hari ini terhadap mata uang lainnya di mana para pedagang fokus pada bank sentral yang diperkirakan akan menanggapi kenaikan tingkat inflasi dengan kenaikan suku bunga," kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

The Fed tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelumnya karena inflasi terus meningkat dan pemulihan ekonomi dari COVID-19 berlanjut. Data dari minggu sebelumnya juga menunjukkan bahwa inflasi naik ke level tertinggi dalam 30 tahun pada Oktober.

Presiden Fed Chicago Charles Evans, salah satu pembuat kebijakan dovish bank sentral, mengatakan bahwa ia berpikiran terbuka untuk mengubah kebijakan moneter pada 2022 jika inflasi terus tetap tinggi.

Sementara itu, data Kamis (18/11/2021) kemarin menunjukkan bahwa 268.000 klaim pengangguran awal diajukan di AS sepanjang minggu. Meskipun, mendekati level sebelum COVID, angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan 260.000 klaim.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (18/11/2021) kemarin mencapai 400 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Sedangkan, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 11 kasus, sehingga totalnya mencapai 143.709 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 464 kasus, sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 8.315 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 132,07 juta orang dan vaksin dosis kedua 86,34 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada Jumat pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.221 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.211 per dolar AS hingga Rp14.247 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.237 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.231 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah jelang akhir pekan melemah di tengah minimnya sentimen
Baca juga: BI terus pantau komunikasi The Fed terkait pergerakan nilai tukar
Baca juga: Rupiah menguat usai BI pertahankan suku bunga acuan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel