Rupiah melemah menyusul pernyataan hawkish pejabat bank sentral AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore melemah menyusul pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp15.713 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.684 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Senin, mengatakan, pernyataan hawksih pejabat The Fed mendorong dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat.

"Sentimen penguatan dolar AS juga dipicu oleh permintaan aset safe haven yang likuid dibalik memburuknya kasus COVID-19 di Tiongkok," ujar Faisyal.

Dolar AS menguat di tengah pasar yang mempertimbangkan pernyataan yang hawkish dari pejabat Federal Reserve AS seperti Presiden Fed St. Louis James Bullard yang mengatakan bahwa zona suku bunga acuan yang sesuai adalah di antara 5-7 persen, lebih tinggi dari antisipasi pasar.

Sementara itu, Presiden Fed Minnesota Neil Kashkari mengatakan bahwa data satu bulan tidak dapat meyakinkan The Fed secara berlebihan, karena Fed harus terus menjalankan kebijakannya sampai mereka yakin bahwa infalasi telah berhenti naik.

Sentimen lain yang memicu permintaan dolar AS adalah permintaan aset safe haven yang likuid di tengah memburuknya kasus COVID-19 di Tiongkok, terutama setelah dilaporkan adanya kasus kematian pertama dalam enam bulan yang disebabkan Covid.

Kasus tersebut terjadi ketika langkah-langkah baru yang ketat diberlakukan di Beijing dan di seluruh negeri untuk mengendalikan gelombang infeksi terbaru.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.690 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.688 per dolar AS hingga Rp15.718 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.707 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.692 per dolar AS.

Baca juga: BI targetkan inflasi pada 2023 turun ke 3,61 persen

Baca juga: BI perkirakan anggaran defisit Rp19,99 triliun di tahun 2023