Rupiah melemah respons pernyataan "hawkish" pejabat The Fed

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, melemah seiring pernyataan hawkish (sinyal kenaikan suku bunga) dari pejabat bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah dibuka melemah 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

"Dolar AS menguat pasca pernyataan empat pejabat Federal Reserve AS, yaitu Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan, Presiden Fed New York John Williams dan Presiden St. Louis James Bullard yang mengatakan bahwa pemangkasan pembelian obligasi masih dapat dimulai pada tahun ini," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Data klaim tunjangan pengangguran di AS turun 35.000 menjadi 310.000 klaim untuk minggu yang berakhir 4 September 2021, level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

Data tersebut memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan bergerak lebih cepat untuk melakukan pengurangan stimulus atau tapering.

Selanjutnya pada hari ini, pelaku pasar akan mencari katalis dari rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada malam nanti.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (9/9) bertambah 5.990 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,15 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 334 kasus sehingga totalnya mencapai 138.116 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 10.650 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,89 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 127.829 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 70,32 juta orang dan vaksin dosis kedua 40,36 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Pada Kamis (9/9) kemarin, rupiah ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah seiring kembalinya ekspektasi "tapering" The Fed
Baca juga: BI sebut kerja sama mata uang lokal turunkan kebutuhan dolar AS di RI
Baca juga: Rupiah ditutup melemah dipicu aksi ambil untung

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel