Rupiah melemah seiring kekhawatiran meningkatnya resesi di Eropa

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah seiring kekhawatiran meningkatnya peluang terjadinya resesi di Eropa.

Rupiah pagi ini bergerak melemah 10 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.991 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.981 per dolar AS.

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini pelaku pasar sedang mencermati kondisi inflasi Eropa yang diperkirakan akan lebih tinggi dari sebelumnya sehingga ada potensi Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga.

"Jika ini terjadi, peluang resesi di Eropa kemungkinan meningkat sehingga menguntungkan dolar sebagai aset safe haven," ujar Revadra.

Dari dalam negeri, lanjut Revandra, pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pekan ini dan menanti kebijakan yang akan diambil bank sentral.

"Apakah ada kenaikan suku bunga atau tidak, mengingat inflasi dalam negeri mulai meningkat. Walaupun begitu, inflasi Indonesia tergolong rendah dibanding beberapa negara berkembang lainnya," kata Revandra.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2022 masih di bawah 5 persen yaitu sebesar 4,35 persen secara tahunan (yoy).

Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.975 per dolar AS hingga Rp15.015 per dolar AS.

Pada Senin (18/7) lalu, rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.981 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.997 per dolar AS.


Baca juga: IHSG diproyeksikan datar seiring minimnya sentimen
Baca juga: Rupiah Selasa pagi melemah 10 poin
Baca juga: Rupiah menguat seiring berubahnya ekspektasi kenaikan bunga Fed

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel