Rupiah melemah seiring pasar cerna perkembangan politik di AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore melemah seiring pelaku pasar yang masih mencerna perkembangan politik di Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp15.694 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.657 per dolar AS.

Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan, dalam beberapa hari terakhir rupiah memang masih bergerak di kisaran Rp15.600 hingga Rp15.700 per dolar AS, karena dolar AS memang masih cukup kuat.

Baca juga: Rupiah merosot, pasar pantau rilis data inflasi AS

"Pasar masih menunggu perkembangan politik di US, hasil dari mid term election yang di luar ekspektasi," ujar Rully.

Hasil terbaru dari pemilihan paruh waktu AS menunjukkan bahwa Partai Republik semakin dekat untuk mengamankan mayoritas di DPR AS, sementara kendali Senat tergantung pada keseimbangan, setelah Demokrat tampil cukup baik untuk menghentikan "gelombang merah" Partai Republik.

Semua mata sekarang tertuju pada angka inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, dengan ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen utama menunjukkan kenaikan 8 persen (yoy) pada Oktober.

Investor menunggu untuk melihat apakah data inflasi AS akan memacu The Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga hingga tahun depan dalam upaya untuk mengurangi inflasi, atau apakah mereka mungkin dapat mengurangi pengetatan kebijakan.

Baca juga: Rupiah menguat seiring pasar nantikan hasil pemilu paruh waktu AS

"Sementara dari dalam negeri, pasar masih menunggu rilis data neraca perdagangan Oktober," kata Rully.

Pada September lalu, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus 4,99 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 24,80 miliar dolar AS dan impor 19,81 miliar dolar AS.

Surplus neraca pada bulan lalu merupakan surplus neraca perdagangan Indonesia ke-29 secara berturut-turut sejak Mei 2020.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.678 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.678 per dolar AS hingga Rp15.714 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp15.701 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.654 per dolar AS.