Rupiah Melemah Usai IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI

·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah tipis pada perdagangan Rabu, 28 Juli 2021. Meski melemah, rupiah masih bergerak di level Rp14.490.

Di pasar spot, hingga pukul 10.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.494 per dolar AS. Melemah sekitar 0,01 persen dari level penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.492 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menetapkan nilai tengah rupiah terakhir di level Rp14.489. Menguat dari nilai tengah hari sebelumnya di level Rp14.494.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dari sisi eksternal pergerakan ini dipengaruhi oleh risiko dari varian delta yang terus meningkat secara global.

Baca juga: Aturan Baru Perjalanan Pakai Transportasi Laut di Masa PPKM 1-4

Kondisi ini membuat IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari yang proyeksi April 2021 sebesar 4,3 persen menjadi 3,9 persen pada proyeksi Juli 2021.

"Sebagai informasi saja, jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 3,17 juta saat ini, relatif lebih banyak dibandingkan beberapa negara di ASEAN," tegas Ibrahim dikutip dari analisisnya hari ini.

Di sisi lain, dia melanjutkan, China melaporkan jumlah kasus tertinggi sejak akhir Januari, sementara infeksi baru juga melonjak di Jepang, di mana Tokyo saat ini menjadi tuan rumah Olimpiade.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memperkirakan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif hari ini. Namun ditutup melemah di rentang Rp14.480-14.520 per dolar AS.

"Dalam kondisi saat ini, pemulihan kesehatan masyarakat itu harus menjadi prioritas utama. Dan guna untuk menopang PPKM Level 4 maka pemerintah menambah anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," tegas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel