Rupiah menguat dibayangi kenaikan bunga Fed yang lebih agresif

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta jelang akhir pekan dibuka menguat dibayangi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.020 per dolar AS.

"Pengaruh dari luar masih seputar nilai inflasi AS yang dilaporkan 9,1 persen secara year on year. Tingginya nilai inflasi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," kata analis analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Bahkan, lanjut Revandra, bank sentral AS disebut disebut berpeluang untuk meningkatkan suku bunga acuannya hingga 100 basis poin.

"Jika benar, meningkatnya nilai suku bunga ini berpeluang kembali mengerek nilai USD yang saat ini sudah cukup tinggi dan memberikan tekanan pada mata uang lain," ujar Revandra.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu rilis laporan neraca perdagangan Indonesia untuk Juni 2022.

"Ekspektasinya, neraca perdagangan Indonesia masih positif melanjutkan tren selama 25 bulan terakhir. Hal ini baik bagi rupiah dalam menghadapi tekanan USD," kata Revandra.

Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.950 per dolar AS hingga Rp15.100 per dolar AS.

Pada Selasa (12/7) lalu, rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp14.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.975 per dolar AS.

Baca juga: Dolar pangkas kenaikan, peluang suku bunga Fed naik 100 bp melemah
Baca juga: Yuan merosot 238 basis poin menjadi 6,7503 terhadap dolar AS
Baca juga: Emas anjlok 29,7 dolar dipicu ekspektasi suku bunga Fed naik agresif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel