Rupiah menguat dipicu pesimisnya data tenaga kerja AS

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore ditutup menguat dipicu pesimisnya data tenaga kerja Amerika Serikat.

Rupiah sore ini ditutup menguat 52 poin atau 0,36 persen ke posisi Rp14.299 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.351 per dolar AS.

"Dolar AS dalam tekanan karena sentimen pesimisnya data non-farm payroll AS yang dirilis pada hari Jumat lalu," kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah tenaga kerja bertambah 199.000 pekerjaan pada bulan lalu, angka tersebut di bawah estimasi untuk penambahan sebesar 400.000 pekerjaan.

Dari ketegangan geopolitik, pelaku pasar tampaknya mencemaskan memburuknya hubungan antara AS dengan Rusia terkait ketegangan di Ukraina karena kedua belah pihak tampaknya masih berjauhan, dan kegagalan berisiko menimbulkan konfrontasi bersenjata di kawasan Eropa.

Sementara itu, dari penyebaran COVID-19 terlihat semakin memburuk di seluruh dunia setelah negara-negara seperti AS, Australia, dan Inggris melaporkan rekor jumlah kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (9/1/2021) kemarin mencapai 529 kasus, sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,27 juta kasus.

Sedangkan, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 2 kasus, sehingga totalnya mencapai 144.129 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 211 kasus, sehingga total pasien sembuh mencapai 4,12 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 6.108 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 170,14 juta orang dan vaksin dosis kedua 116,82 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.330 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.275 per dolar AS hingga Rp14.336 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ditutup menguat ke posisi Rp14.323 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.360 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat seiring data tenaga kerja AS tak sesuai ekspektasi
Baca juga: Yuan berbalik menguat 89 basis poin menjadi 6,3653 terhadap dolar AS
Baca juga: Dolar menguat di perdagangan Asia jelang data inflasi AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel