Rupiah menguat seiring berubahnya ekspektasi kenaikan bunga Fed

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore menguat seiring berubahnya ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.981 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.997 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah menguat hari ini terhadap dolar AS seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Indeks saham Asia ditutup positif pada Senin sore (18/7) mengikuti indeks saham AS dan Eropa yang ditutup positif pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Membaiknya sentimen pasar tersebut, lanjut Ariston, mungkin disebabkan oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan AS yang berubah.

Berdasarkan Fed Watch Tool dari CME, pasar kini berekspektasi The Fed mungkin hanya akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin dibandingkan sebelumnya 100 basis poin pada Juli ini.

Dari dalam negeri, surplus perdagangan Indonesia yang ke 26 bulan beruntun memberikan sentimen positif ke rupiah. Surplus itu membantu menambah suplai dolar AS di tanah air.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada Juni 2022 kembali mencetak surplus besar mencapai 5,09 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 26,09 miliar dolar AS dan impor 21,00 miliar dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan RI pada Januari-Juni 2022 mengalami surplus 24,89 miliar AS dengan total ekspor 35,33 miliar dolar AS dan impor 21,62 miliar dolar AS.

"Di sisi lain, sentimen kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif masih membayangi pergerakan harga di pasar keuangan sehingga penguatan rupiah tidak terlalu jauh," ujar Ariston.

Rupiah pada Senin pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.970 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.946 per dolar AS hingga Rp14.993 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.986 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.999 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah awal pekan menguat ditopang surplus neraca dagang

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan RI Juni 2022 surplus 5,09 miliar dolar AS

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan Mei 2022 surplus 2,90 miliar dolar AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel