Rupiah menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat seiring keputusan Bank Indonesia yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan.

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.346 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.356 per dolar AS.

"Secara fundamental memang rupiah masih solid, didukung oleh harga ekspor komoditas yang tinggi," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Lukman, kondisi saat ini sebenarnya tidak berbeda dengan era booming komoditas pada 2000-an ketika rupiah sangat kuat di bawah Rp10.000 per dolar AS.

"Walau di bawah tekanan USD, rupiah sebenarnya masih memiliki ruang penguatan yang cukup besar. Namun saya melihat kebijakan dari BI yang lebih mengutamakan kestabilan kurs yang dimana secara tidak langsung juga menjaga kestabilan harga atau inflasi," ujar Lukman.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait dengan ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina

Lukman menyampaikan, ekonomi Indonesia lebih dari 50 persen ditopang oleh ekonomi domestik yang dimana kestabilan harga dan kurs menjadi sangat krusial.

"Surplus neraca perdagangan diperkirakan masih akan terus mendukung rupiah dalam beberapa waktu ke depan dengan harga komoditas terlihat tidak menunjukkan akan menurun dalam waktu dekat," kata Lukman.

Pada awal pekan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 4,53 miliar dolar AS pada Maret 2022 dengan nilai ekspor 26,50 miliar dolar AS dan impor 21,97 miliar dolar AS, serta merupakan surplus neraca perdagangan selama 23 bulan secara beruntun.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Maret 2022 masih mengalami surplus 9,33 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang angkanya surplus 5,52 miliar dolar AS dan pada 2020 yang angkanya surplus 2,54 miliar dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.354 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.319 per dolar AS hingga Rp14.357 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.347 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.356 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat ditopang surplus neraca perdagangan Maret

Baca juga: BI kembali pertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel