Rupiah menguat, terkerek efek stimulus besar-besaran pemerintah AS

Risbiani Fardaniah

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat terbawa efek stimulus jumbo yang akan digelontorkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada pukul 09.46 WIB, rupiah bergerak menguat 95 poin atau 0,58 persen menjadi Rp16.210 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.305 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat, mengatakan rupiah hari ini diprediksi terdorong oleh penguatan bursa saham AS pada Kamis (26/3) kemarin.

"Indeks saham AS yang menguat cukup besar kemarin karena optimisme stimulus pemerintah AS sebesar 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah Corona terhadap perekonomian AS, bisa memberikan sentimen positif juga ke aset berisiko hari ini, termasuk ke rupiah," ujar Ariston.

Baca juga: Wall Street melambung lagi, pengajuan tunjangan pengangguran AS naik

Baca juga: IHSG akhir pekan berpeluang terus menanjak, ikuti Wall Street

Senat AS sendiri sudah menyetujui proposal stimulus tersebut, tinggal DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat yang akan memberikan persetujuan hari ini.

Sementara itu, DPR AS diperkirakan juga akan langsung menyetujui paket stimulus tersebut.

Baca juga: Dolar anjlok, klaim rekor pengangguran AS angkat harapan stimulus lagi

"Rupiah berpotensi bergerak menguat ke arah Rp16.000, dengan potensi resisten di Rp16.305/dolar hari ini," kata Ariston.

Sebelumnya, rupiah pada Kamis kemarin ditutup menguat 195 poin atau 1,18 persen menjadi Rp16.305 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.500 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini akan kembali menguat di kisaran Rp16.220 per dolar AS hingga Rp16.430 per dolar AS.

Baca juga: Harga emas "rebound" 17,8 dolar dipicu permintaan aset aman