Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS, Ini Pemicunya

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin menguat pada perdagangan Selasa, 20 April 2021. Rupiah bergerak mendekati level Rp14.500 setelah pekan sebelumnya berada di kisaran Rp14.600.

Di pasar spot, hingga pukul 10.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.512 per dolar AS. Menguat hingga 0,24 persen dari level penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.547.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia pada pukul 15.15 WIB kemarin menetapkan nilai tengah rupiah di level 14.568 menguat dari hari sebelumnya Rp14.592.

Baca juga: IHSG Dibuka Memerah, Cermati Rekomendasi Hari Ini

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuabi menjelaskan, kondisi ini tidak terlepas dari melemahnya indeks dolar ke level terendah dalam satu bulan. Demikian juga imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.

"Imbal hasil US Treasury melayang di dekat level terendah dalam lima minggu, setelah Federal Reserve AS menegaskan kembali pandangannya bahwa setiap lonjakan inflasi kemungkinan bersifat sementara," tutur dia.

Dari dalam negeri, Ibrahim menlanjutkan, sentimen positif pelaku pasar keuangan tertuju pada efektifitas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang kembali diperpanjang.

"Dengan meredanya kasus COVID-19 karena kebijakan PPKM, perekonomian justru secara bertahap bisa kembali pulih. Pemerintah memang harus mengutamakan pengendalian pandemi terlebih dahulu," ungkap Ibrahim.

Indikator ekonomi yang terus mengalami perbaikan disebutkannya Indeks PMI Manufaktur selama tiga bulan terakhir di zona ekspansi dan penjualan kendaraan bermotor pada Maret meningkat sangat besar.

Dengan sentimen ini, Ibrahm memperkirakan, mata uang rupiah kemungkinan masih akan bergerak berfluktuasi namun diperkirakannya ditutup menguat di rentang Rp14.525-14.580.