Rupiah Semakin Ditekan Dolar AS

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus tertekan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 9 April 2021. Rupiah bergerak di kisaran atas Rp14.500 per dolar AS.

Di pasar spot, hingga pukul 10.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.552 per dolar AS. Melemah hingga 0,12 persen dari level penutupan perdagangan kemarin Rp14.535.

Sementara itu, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia terakhir mematok nilai tengah rupiah di level Rp14.580. Melemah dari hari sebelumnya Rp14.513.

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, secara umum indeks dolar memang masih menguat dalam beberapa hari terakhir terhadap mata uang lainnya. Sebab, akibat pemulihan cepat ekonomi AS.

"Beberapa investor tetap optimis tentang prospek mata uang AS," kata Ibrahim dikutip dari analisisnya hari ini.

Baca juga: Stok Vaksin COVID-19 Impor Menipis, DPR Tawarkan Solusi

Di sisi lain, dia melanjutkan, lebih banyak stimulus AS juga bisa terjadi, dengan Presiden AS Joe Biden meminta perusahaan AS untuk membayar sebagian besar dari tagihan US$2 triliun lebih untuk rencana infrastrukturnya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyatakan, pada dasarnya ada sentimen positif yang didengungkan pemerintah terhadap percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Salah satunya pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7-8 persen.

Namun, dia menegaskan, kunci suksesnya pertumbuhan ekonomi di Kuartal II nanti harus dibarengi dengan kontrol ketat terhadap penyebaran virus Corona atau COVID. Jika tidak maka proyeksi tersebut sia-sia.

"Apabila penyebaran virus mematikan tidak bisa terkontrol, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi sehingga angka 7 persen sampai 8 persen hanya tinggal kenangan saja," ungkap dia.

Dari berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan, sepanjang hari ini mata uang rupiah kemungkinan akan masih berfluktuasi, namun ditutup melemah di rentang Rp14.530 - Rp14.590.