Rupiah Senin sore ditutup melemah, terimbas dampak libur panjang

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Senin sore ditutup melemah pasca-libur panjang pada pekan lalu.

Rupiah Senin sore ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.640 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

"Hari ini rupiah memang sedikit terkoreksi ke level Rp14.640, dan relatif stabil di range Rp14.640 sampai Rp14.695 per dolar AS. Memang efek dari libur panjang sehingga lag impact-nya berdampak pada perdagangan di awal pekan ini," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin.

Menurut Rully, pergerakan rupiah juga dipengaruhi aksi wait and see pelaku pasar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) di AS dan publikasi PDB domestik kuartal III pada Kamis (5/11) nanti.

Baca juga: IHSG ditutup jatuh, dibayangi pasar "wait & see" hasil Pilpres di AS

Baca juga: Menko Airlangga: Daya beli memang masih rendah

Selain itu peningkatan kasus positif COVID-19 yang mendorong pemberlakukan lockdown di sejumlah negara, dikhawatirkan mengganggu pemulihan ekonomi sehingga pelaku pasar mencari aset aman.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.650 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.640 per dolar AS hingga Rp14.695 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.718 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.690 per dolar AS.

Baca juga: Yuan menguat lagi 182 basis poin terhadap dolar AS

Baca juga: Menguat, Dolar AS diperdagangkan kisaran paruh atas 104 yen di Tokyo

Baca juga: Rupiah berpotensi terus loyo hari ini, dibayangi kenaikan COVID global