Rupiah terkoreksi seiring meningkatnya ekspektasi pemulihan ekonomi AS

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore terkoreksi seiring meningkatnya ekspektasi pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.605 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.595 per dolar AS.

"Meningkatnya harapan pemulihan ekonomi yang cepat dari COVID-19 yang berdampak terhadap imbal hasil treasury AS membuat investor menjauh dari aset berisiko," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di posisi 1,69 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,67 persen.

Baca juga: Rupiah melemah tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS

Sementara itu, data inflasi AS yang sangat diantisipasi dan komentar dari bank sentral AS The Federal Reserve berfungsi untuk meningkatkan harapan pemulihan lebih tinggi.

Sebuah survei yang diterbitkan pada Senin (12/4/2021) oleh The Federal Reserve Bank of New York mengatakan bahwa konsumen AS menaikkan ekspektasi inflasi mereka lagi pada Maret menyusul kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir dan mereka lebih positif tentang pasar kerja.

Sementara itu, Presiden The Federal Reserve Boston Eric Rosengren mengatakan dalam sebuah wawancara pada Senin (12/4/2021) bahwa ekonomi AS dapat melihat perubahan haluan yang substansial pada 2021 berkat kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif. Namun, dia menambahkan pasar kerja masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.

Gubernur The Fed Jerome Powell juga dijadwalkan akan berbicara di acara Economic Club of Washington pada Rabu (14/4/2021) besok.

Dari domestik, penurunan kasus positif COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir semakin menenangkan pasar.

Dengan menurunnya pasien COVID-19 membuat kalangan masyarakat dan pengusaha gembira karena semua kegiatan baik industri, pariwisata dan lain-lain, akan kembali normal.

Apalagi masyarakat sudah mulai divaksinasi sehingga menambah gaya gedor tersendiri bagi pemerintah untuk terus optimis COVID-19 akan segera berakhir.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.613 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.605 per dolar AS hingga Rp14.628 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah menjadi Rp14.648 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.631 per dolar AS.

Baca juga: Yuan berbalik menguat 124 basis poin menjadi 6,5454 terhadap dolar AS
Baca juga: Tunggu data inflasi dan penjualan ritel AS, dolar turun tipis