Rupiah Tertekan Menanti Sentimen Bank Sentral AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (22/9/2021), rupiah dibuka di angka 14.243 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.237 per dolar AS.

Rupiah terus melemah ke 14.246 per dolar AS pada pukul 10.12 WIB. Sejak pagi, rupiah bergerak di kisaran 14.238 per dolar AS hingga 14.248 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah sudah melemah 1,4 persen.

"Dolar AS berpeluang kembali naik di awal sesi Rabu setelah mencatat pelemahan kemarin di tengah aksi ambil untung jelang pengumuman kebijakan moneter The Fed," tulis Tim Riset Monex Investindo dalam kajiannya seperti dikutip dari Antara.

Para pelaku pasar pada hari ini tampaknya mengesampingkan kekhawatiran terhadap potensi gagal bayar Evergrande Group dan mengalihkan perhatian mereka ke hasil pertemuan The Fed. Bank sentral AS mengadakan pertemuan selama dua hari dan akan mengumumkan keputusannya pada Kamis dini hari pukul 01:00 WIB.

Untuk kebijakan moneter saat ini sudah banyak diantisipasi oleh pasar untuk tidak berubah. Namun, fokus pasar tampaknya akan tertuju ke proyeksi ekonomi dan petunjuk tentang kapan dan bagaimana bank sentral akan memangkas program stimulus besar-besaran.

Banyak analis memperkirakan mereka akan melakukannya sebelum akhir tahun, meskipun hal itu juga kecil kemungkinannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jumlah Kasus Covid-19

Ilustrasi dana BLT
Ilustrasi dana BLT

Jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Selasa (21/9) bertambah 3.263 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,2 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 171 kasus sehingga totalnya mencapai 140.805 kasus.

Sementara itu jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 6.581 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 55.936 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 80,41 juta orang dan vaksin dosis kedua 45,85 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel