Rupiah terus melemah, dipicu antisipasi pengetatan kebijakan The Fed

·Bacaan 2 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup melemah dipicu antisipasi pelaku pasar terhadap pengetatan kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve pada tahun ini.

Rupiah sore ini ditutup melemah 58 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp14.371 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.313 per dolar AS.

"Dari dolar AS, memang memulai tahun baru dengan pelaku pasar yang kembali fokus pada kebijakan pengetatan The Fed dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga dua sampai tiga kali tahun ini dengan imbal hasil obligasi AS yang terus naik," kata analis DC Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Sepekan ini, lanjut Lukman, dolar AS cukup kuat dengan pelaku pasar menunggu hasil risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC minutes pada Kamis (6/1) pagi dini hari serta ekspektasi tinggi pada data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payroll (NFP) dengan penambahan 400 ribu pekerjaan.

"Dari Indonesia, menurut saya pelarangan ekspor batu bara bulan Januari pastinya akan berdampak pada surplus perdagangan yang selama ini didominasi oleh ekspor batubara," ujar Lukman.

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Selasa (4/1) kemarin mencapai 299 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 3 kasus sehingga totalnya mencapai 144.105 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 168 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,11 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 4.658 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 166,65 juta orang dan vaksin dosis kedua 114,57 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.350 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.344 per dolar AS hingga Rp14.376 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu ditutup melemah ke posisi Rp14.365 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.310 per dolar AS.

Baca juga: Yuan berbalik menguat 15 basis poin menjadi 6,3779 terhadap dolar AS
Baca juga: Rupiah terkoreksi masih dibayangi kenaikan suku bunga The Fed
Baca juga: Abaikan Omicorn, dolar naik dan capai tertinggi 5 tahun terhadap yen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel