RUPS setujui YELO rights issue 15,3 miliar saham

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menyetujui pelaksanaan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan melepas sebanyak 15,3 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar.

Adapun total dana maksimal yang dapat dihimpun dari rencana rights issue YELO tersebut mencapai Rp1,53 triliun.

Direktur Utama YELO Wewy Susanto mengatakan, aksi korporasi tersebut diambil demi memperkuat pengembangan Viberlink sebagai layanan unggulan perseroan dalam penyediaan internet cepat dan terjangkau ke seluruh pelosok desa.

"YELO melalui anak usaha Viberlink terus berupaya mewujudkan pemerataan konektivitas ke desa-desa di Indonesia," ujar Wewy dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Layanan internet Viberlink memanfaatkan kabel serat optik 100 persen dengan kecepatan mencapai 100 mbps hingga 1Gbps per rumah . Perseroan menargetkan layanan tersebut bisa dinikmati di 592 kota kabupaten dan 18.000 desa di Pulau Jawa.

Tidak berhenti di situ, Viberlink juga meluncurkan Viberlink Academy untuk melatih dan menciptakan tenaga andal di bidang pemasaran dan pemasangan teknologi fiber optik. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan entrepreneur baru dan lapangan kerja bagi 2.000 orang.

Dampak sosial ekonomi dan pembangunan ekosistem digital di desa, lanjut Wewy, akan ikut membantu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan bertajuk ‘e-Conomy SEA’ memproyeksikan ekonomi digital Tanah Air bisa mencapai 77 miliar dolar AS pada 2022. Nilainya terus meningkat hingga 130 miliar dolar AS pada 2025 dan diprediksi pada 2030 akan tumbuh tiga kali lipat senilai 220-360 miliar dolar AS.

"Melalui Viberlink, kami berharap dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi digital terutama wilayah desa pelosok, baik untuk kegiatan pendidikan, pertanian, maupun industri kreatif sehingga mampu berkembang pesat," pungkas Wewy.

Baca juga: Menteri BUMN minta Adhi Karya "right issue," cegah dilusi saham publik
Baca juga: Bank KB Bukopin segera rights issue terbitkan 120 miliar saham
Baca juga: BSI dinilai punya urgensi perkuat modal lewat right issue pada 2022