RUPST PGN Angkat Muhamad Haryo Yunianto Jadi Dirut

Fikri Halim
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang digelar Senin, 3 Mei 2021 mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun buku 2020. RUPST juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2020 bagi pemerintah dan pemegang saham.

Seperti dikutip VIVA dalam siaran resmi PGN, RUPST juga menyetujui perubahan nomenklatur direksi yaitu Direktur Komersial menjadi Direktur Sales dan Operasi, Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur SDM dan Penunjang Bisnis serta Direktur Keuangan Menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Masih dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat beberapa pengurus perseroan yang terdiri dari satu komisaris dan empat direksi. Di antaranya:

1. Komisaris Independen : Kiswo Darmawan
2. Direktur Utama : Suko Hartono
3. Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Redy Ferryanto
4. Direktur Keuangan : Arie Nobelta Kaban
5. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Syahrial Mukhtar

Selanjutnya, RUPST menetapkan penggantinya. Posisi Direktur Utama kini diisi oleh Muhamad Haryo Yunianto. Berikut selengkapnya susunan terbaru keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PGN:

Susunan Komisaris

1. Komisaris Utama : Arcandra Tahar
2. Komisaris : Lucky Afirman
3. Komisaris : Warih Sadono
4. Komisaris Independen : Christian H. Siboro
5 Komisaris Independen : Dini Shanti Purwono
6. Komisaris Independen : Paiman Raharjo

Susunan Direksi

1. Direktur Utama : Muhamad Haryo Yunianto
2. Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Achmad Muchtasyar
3. Direktur Sales dan Operasi : Faris Azis
4. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fadjar Harianto Widodo
5. Direktur SDM dan Penunjang Bisnis : Beni Syarif Hidayat
6. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Heru Setiawan

PGN juga menyatakan terus berupaya mengoptimalkan portofolio Subholding Gas dalam memberikan kebermanfaatan yang optimal. Dengan mengelola 96 persen infrastruktur nasional dan 92 persen niaga gas bumi nasional, PGN menyatakan akan lebih komprehensif dalam menjalankan mandat maupun berbagai terobosan untuk mempertahankan keandalan dan perluasan akses gas bumi nasional.