Rusak Ratusan Vaksin COVID-19, Seorang Apoteker Dipenjara 3 Tahun

·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang apoteker di Wisconsin, Amerika Serikat, telah divonis tiga tahun penjara setelah mengaku bersalah mencoba merusak ratusan dosis vaksin COVID-19 Moderna karena dia meragukan vaksin tersebut, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Selasa waktu setempat 8 Juni 2021.

Steven R Brandenburg yang berusia 46 tahun juga diminta untuk membayar sekitar US$83.800 sebagai kompensasi ke rumah sakit tempat dimana ia bekerja oleh Kantor Kejaksaan AS di Distrik Timur Wisconsin.

Brandenburg telah setuju untuk mengaku bersalah atas dua tuduhan mencoba mengutak-atik produk konsumen, dengan mengabaikan risiko bahwa orang lain dapat berada dalam bahaya kematian atau cedera fisik.

Dokumen pengadilan menunjukkan dia dengan sengaja mengeluarkan satu kotak berisi botol-botol vaksin COVID-19 dari unit pendingin rumah sakit selama dua hari shift malam berturut-turut pada bulan Desember tahun lalu, kata Departemen Kehakiman dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Reuters.

Brandenburg skeptis terhadap vaksin secara umum dan vaksin Moderna secara khusus, dan bahwa dia menyampaikan keyakinannya kepada para rekan kerjanya selama setidaknya dua tahun terakhir, kata Departemen Kehakiman.

Vaksin Moderna harus disimpan dan dikirim dalam keadaan beku namun tidak memerlukan temperatur yang sangat dingin, dan dapat disimpan selama 30 hari dalam pendingin dengan temperatur standar. (Antara/Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel