Rusia Dakwa 92 Anggota Militer Ukraina dengan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 92 anggota militer Ukraina didakwa Rusia dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini disampaikan Ketua Komite Penyelidikan Rusia, Alexander Bastrykin kepada situs berita Rossiiskaya Gazeta.

Bastrykin mengatakan, lebih dari 1.300 penyelidikan pidana dibuka. Dia juga mengusulkan pengadilan internasional digelar di Suriah, Iran, dan Bolivia karena posisi ketiga negara tersebut independen.

Bastrykin mengatakan selain 92 orang yang telah didakwa, 96 orang lainnya, termasuk 51 komandan militer sedang diburu.

"Ukraina terlibat dalam kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan kemanusiaan," ujarnya, dikutip dari BBC, Senin (25/7).

Bastrykin juga mengatakan pihaknya sedang menyelidiki pegawai kementerian kesehatan Ukraina yang dituding mengembangkan senjata pemusnah massal. Namun dia tidak menyertakan bukti terkait tuduhan ini.

Dia menambahkan, dugaan tentara bayaran dari Inggris, Kanada, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) sedang diselidiki.

Kiev belum menanggapi hal ini. Ukraina juga melakukan penyelidikan kejahatan perang.

Bulan ini, Ukraina menyampaikan sedang memeriksa lebih dari 21.000 kejahatan perang dan kejahatan agresi yang diduga dilakukan pasukan Rusia sejak awal invasi pada 24 Februari. Dan pada Mei, pengadilan kejahatan perang pertama sejak invasi berlangsung di Ukraina, di mana pengadilan memvonis komandan tank Rusia penjara seumur hidup karena membunuh warga sipil.

Mahkamah Internasional (ICC) yang menyebut Ukraina sebagai "TKP perang" juga telah mengirim tim penyelidik dan ahli forensik ke Ukraina.

Kremlin membantah tuduhan kejahatan perang maupun menargetkan warga sipil. Rusia berulang kali menuding Rusia menyerang sendiri infrastruktur mereka dan membunuh warga sipil mereka. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel