Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Daftarkan Vaksin Corona

Adinda Permatasari, Isra Berlian , Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Meningkatnya jumlah kasus virus corona membuat sejumlah ilmuwan berlomba untuk menciptakan vaksin yang aman untuk manusia. Hingga saat ini, tercatat ada 160 kandidat vaksin dan 27 di antaranya telah memasuki tahap uji coba pada manusia.

Namun, di tengah masa uji coba vaksin corona pada manusia yang dilakukan sejumlah lembaga di dunia, Rusia justru akan menjadi negara pertama yang akan meluncurkan vaksin virus corona. Vaksin tersebut dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya Rusia dan Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Jangan Asal Percaya, Belum Ada Obat untuk Sembuhkan COVID-19

Berdasarkan informasi terbaru, vaksin virus corona itu siap untuk didaftarkan pada 12 Agustus 2020. Dengan demikian, hal tersebut membuat Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus corona.

Mengenal vaksin virus corona dari Rusia

Dilansir dari laman Times of India, kandidat vaksin Rusia adalah vaksin vektor virus berbasis adenovirus yang dikombinasikan dengan replikasi protein virus SARS-CoV-2 untuk memicu respons imun dalam tubuh. Berbicara keamanannya, Direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, Alexander Gintsburg menyatakan bahwa partikel virus corona dalam vaksin tidak dapat membahayakan tubuh karena tidak dapat berkembang biak.

“Partikel dan benda yang dapat mereproduksi jenisnya sendiri adalah yang dianggap hidup. Partikel yang dimaksud tidak bisa berkembang biak," jelas dia.

Baca juga: Batuk Jadi Gejala Utama COVID-19, Begini Cara Ampuh Mengobatinya

Pro kontra vaksin

Meski telah mendapatkan izin oleh pengawas sanitasi Rusia 'Anna Popova', namun para ahli masih mempertanyakan pengembangan vaksin virus corona yang begitu cepat. Mantan Kepala Pengendalian penyakit menular vektor, Alexander Chepurnov merasa skeptis terkait data mengenai vaksin tersebut yang diberikan oleh pemerintah Rusia.

"Bahayanya ada dalam hal kemungkinan peningkatan keparahan penyakit dengan vaksin yang salah. Dengan beberapa penyakit dan untuk virus corona, diketahui bahwa infeksi dapat meningkat dengan adanya antibodi tertentu. Jadi, harus diketahui antibodi mana yang dibentuk vaksin, ” jelas dia.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah tegas menyarankan pihak berwenang Rusia untuk melakukan pengembangan vaksin sesuai pedoman yang telah ditetapkan untuk menghasilkan vaksin virus corona yang aman dan efektif bagi manusia.

Baca juga: Marak Klaim Obat COVID-19, YLKI: Penanganan Wabah Itu Kedodoran

Untuk diketahui, saat ini vaksin virus corona Rusia dalam uji coba tahap ketiga. Tahap ini merupakan tahap terakhir untuk mengkonfirmasi keamanan dan khasiat produk. Sedangkan untuk program vaksinasi nasional akan bergulir dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Uji klinis vaksin Gamaleya Center dilakukan di Universitas Sechenov, Moskow pada 18 Juni lalu. Dalam pengujian yang melibatkan 38 sukarelawan, formula tersebut lolos protokol keamanan. Vaksin juga menunjukkan kekebalan terhadap infeksi.