Rusia Kecam Sanksi AS Kepada Suriah dan Iran

Vladivostok, Rusia (AFP/ANTARA) – Sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Suriah dan Iran membahayakan kepentingan bisnis Rusia, ujar Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada Sabtu.


“Sanksi sepihak AS terhadap Suriah dan Iran berkembang menjadi ekstra-teritorial dan menyentuh kepentingan bisnis Rusia,” ujar Lavrov setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.


Dia mengatakan bahwa beberapa bank Rusia khususnya terkena dampak sanksi tersebut.


Washington menetapkan pembekuan aset-aset terhadap lebih dari 100 anggota rezim Suriah dan melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan mereka. AS juga bulan lalu memberikan sanksi terhadap perusahaan minyak milik Suriah, Sytrol.


Namun, Rusia menimbulkan kemarahan negara-negara Barat dan Arab dengan memveto tiga resolusi Dewan Keamanan PBB yang memberikan sanksi terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad dan bertujuan mengakhiri konflik 18 bulan yang mematikan.


“Di Suriah, kami tidak mendukung sanksi apapun karena sanksi tidak akan menyelesaikan masalah,” ujar Lavrov kepada para reporter di sela-sela konferensi tingkat tinggi APEC, yang tahun ini diadakan di Rusia, tepatnya di kota Vladivostok.


AS juga menerapkan sanksi finansial terhadap Iran atas program nuklirnya dalam sebuah upaya untuk mengurangi pendapatan Teheran, dan mendesak negara-negara lain untuk menghentikan impor mereka terhadap minyak Iran. (dh/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.