Rusia Kembangkan Roket Berbahan Bakar Amonia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perusahaan pembuat mesin asal Rusia, Energomash, mulai memproduksi roket berbahan bakar campuran asetilena dan amonia (atsetam).

"Campuran asetilena dan amonia 20 kali lebih murah dari bahan bakar hidrogen karena satu kilogram hidrogen seharga sekitar dua ribu rubel (67 dolar AS) dan satu kilogram atsetam paling mahal seharga seratus rubel (3,35 dolar AS)," kata Direktur Inovasi Teknologi Energomash, Anatoly Likhvantsev, menyebutkan alasan penggunaan bahan bakar amonia, seperti dikutip Ria Novosti.

Energomash mengklaim roket itu juga memiliki tingkat efisiensi bahan bakar peluncur sekitar 30 persen dibanding roket-roket saat ini.

"Komponen yang terkandung dalam atsetam dapat disimpan dan diangkut dengan mudah, sedangkan hidrogen membutuhkan penyimpanan dan pengangkutan dengan kondisi khusus," Likhvantsev.

Mesin amonia akan dirakit berdasarkan mesin berbahan bakar oksigen RD-161 dan minyak tanah. Energomash akan memulai proyek itu tahun ini dan dijadwalkan selesai pada 2015 sehingga dapat dipakai pada 2017 atau 2018.

Berdasarkan perhitungan para teknisi Energomash, mesin atsetam tidak memerlukan perubahan struktur utama dari mesin roket yang ada sekarang karena sifat fisik atsetam tidak banyak berbeda dengan minyak tanah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.