Rusia Klaim 10.000 Relawan Mendaftar untuk Ikut Perang di Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi parsial (sebagian) militernya pada Rabu lalu, sekitar 10.000 orang relawan mendaftar untuk diterjunkan ke medan perang di Ukraina.

"Selama hari pertama mobilisasi parsial, sekitar 10.000 orang tiba di kantor perekrutan atas kemauan mereka sendiri tanpa menunggu panggilan," kata juru bicara militer Rusia, Vladimir Tsimlyansky kepada kantor berita Rusia Interfax.

Tsimlyansky juga menyatakan, militer Rusia mendirikan pusat panggilan untuk menjawab pertanyaan dari warga dan organisasi masyarakat tentang mobilisasi tersebut.

Masyarakat Rusia yang menjadi bagian tentara cadangan pun harus memenuhi panggilan dan menaati perintah mobilisasi itu. Seperti di Kota Yakutia di mana tentara cadangan, sebelum naik bus menuju tempat pelatihan, sempat merangkul anggota keluarga mereka.

Hal itu juga terjadi di Kota Khabarovsk di mana orang-orang mengantre untuk naik pesawat karena perintah mobilisasi itu. Begitu pun juga di Republik Chechnya terlihat orang-orang mengantre di depan kantor rekrutmen lokal dengan penjagaan polisi, dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (23/9).

Meski berbagai video dan foto antrean sudah tersebar di internet, namun Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan informasi mengenai jumlah orang yang membalas panggilan itu.

Sebelumnya Putin mengumumkan Rusia akan melakukan mobilisasi parsial. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan mobilisasi itu akan memanggil 300.000 tentara cadangan untuk berperang di Ukraina.

Namun perintah itu mendapat perlawanan dari masyarakat Rusia. Sekitar 1.300 orang ditahan dalam unjuk rasa di berbagai kota yang menolak mobilisasi itu.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]