Rusia Masih Ingin Perundingan Damai dengan Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Keinginan untuk melanjutkan pembicaraan damai di tengah peperangan masih ditunjukkan Rusia kepada Ukraina.

"Moskow tidak menyerah pada gagasan pembicaraan damai dengan Kiev, tetapi kedua pihak harus memulai negosiasi lebih cepat daripada nanti," ujar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilansir Russia Today, Ahad (11/9).

"Kami tidak menolak negosiasi; kami tidak menyerah untuk negosiasi dengan Ukraina" lanjut Lavrov dalam wawancaranya dengan kanal televisi Rossiya 1.

"Mereka yang menolaknya harus memahami bahwa semakin lama proses ini tertunda, semakin sulit untuk mencapai kesepakatan," lanjut Lavrov.

Bukan hanya Lavrov yang menyuarakan pembicaraan perdamaian, namun Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyuarakan hal yang sama.

Hingga kini, Rusia dan Ukraina tidak lagi duduk dalam meja perundingan semenjak pembicaraan damai Maret lalu di Istanbul, Turki.

Awalnya Rusia menunjukkan optimisme dalam pembicaraan perdamaian, namun optimisme itu mulai hilang. Kedua pihak pun saling menuduh dan akhirnya kehilangan kepercayaan.

Tuntutan Ukraina kepada Rusia yang semakin tidak realistis akhir-akhir ini juga menjadi penghalang dalam pembicaraan damai, terutama keinginan pembicaraan perdamaian hanya dapat berlangsung setelah kekalahan Rusia di medan perang.

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymr Zelenskyy menyatakan dia ingin berbicara langsung dengan Presiden Putin. Namun bagi Moskow, pertemuan kedua pemimpin itu hanya dapat terjadi jika sudah tercapainya kesepakatan konkrit.

"Tidak ada yang membutuhkan pertemuan demi sebuah pertemuan" komentar Dmitry Peskov, juru bicara presiden mengenai keinginan Zelenskyy.

Semakin lamanya pembicaraan perdamaian, maka tuntutan kedua pihak pun akan makin banyak.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]