Rusia selidiki sekutu Navalny karena 'mengancam tersangka peracun'

·Bacaan 3 menit

Moskow (AFP) - Pihak berwenang Rusia pada Jumat meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap sekutu dari musuh Kremlin, Alexei Navalny, setelah dia berusaha memasuki pintu apartemen seorang pria yang dianggap Navalny terlibat dalam peracunannya.

Para penyidik menuduh Lyubov Sobol masuk tanpa izin "dengan menggunakan kekerasan atau ancaman menggunakan kekerasan" setelah dia membunyikan bel pintu rumah diduga agen Dinas Keamanan Federal (FSB) yang merupakan dinas intelijen utama negara itu.

Tuduhan tersebut dikenai ancaman hukuman maksimum dua tahun penjara.

Sobol awalnya dibawa untuk diinterogasi sebagai saksi dalam penyelidikan ini, namun kemudian pada Jumat, sekutu Navalny lainnya, Ivan Zhdanov, mengatakan dia menjadi tersangka dalam kasus itu.

"Lyubov Sobol kini resmi menjadi tersangka dalam kasus pidana, statusnya telah berubah," tulis Zhanov di Twitter. Dia menambahkan bahwa Sobol ditahan polisi selama 48 jam.

Pengacara Sobol, Vladimir Voronin, membenarkan informasi ini kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Komite Penyelidikan Rusia yang menyelidiki kejahatan-kejahatan besar mengatakan dalam sebuah pernyataan Jumat bahwa Sobol dan beberapa lainnya berulang kali berusaha memasuki "apartemen seorang wanita tua" di timur Moskow. Lembaga ini menambahkan bahwa mereka mengenakan seragam pengawas konsumen negara itu.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Sobol memperdaya seorang kurir pengiriman yang membuat dia masuk ke blok apartemen itu dan kemudian memaksa masuk ke flat wanita itu begitu sang wanita membuka pintu.

Tepat setelah pukul 7:00 pagi waktu setempat (11.00 WIB) pada Jumat, aktivis oposisi berusia 33 tahun itu memposting video di Twitter dari dalam apartemennya sebelum komunikasi terputus.

Dalam video tersebut, anak perempuannya yang berusia tujuh tahun terdengar menangis ketika seseorang menggedor pintu depan meminta pintu dibuka.

Gambar CCTV terpisah yang dirilis oleh sekutu-sekutu Navalny menunjukkan sejumlah orang memakai masker dan mengenakan seragam hitam-hitam yang salah satunya membawa linggis berada di dalam gedung perumahan Sobol di Moskow.

Penyidik menyita perangkat teknologi Sobol serta ponsel putrinya, kata rekan-rekan sang aktivis.

Pada Senin, Navalny mengatakan dia telah mengecoh diduga seorang ahli senjata kimia FSB bernama Konstantin Kudryavtsev untuk mengakui bahwa badan intelijen domestik ini telah berusaha membunuhnya musim panas ini dengan menaruh racun di pakaian dalamnya.

Senin malam, Sobol pergi ke apartemen Moskow tempat Kudryavtsev diyakini tinggal. Dia ditahan oleh polisi di tempat kejadian dan diinterogasi selama berjam-jam.

Pengacara Sobol mengatakan penyelidikan telah diluncurkan menyusul keluhan dari ibu mertua Kudryavtsev.

Pemerintah Barat mengatakan Navalny (44) diracuni dengan gas saraf Novichok buatan era Soviet dalam kasus yang semakin merusak hubungan Moskow dengan negara-negara Eropa terkemuka dan memicu balas membalas sanksi.

FSB mengatakan panggilan Navalny dengan Kudryavtsev "palsu" namun tidak membantah bahwa Kudryavtsev bekerja untuk badan tersebut.

Kremlin sudah mengakui bahwa agen-agen keamanan telah membuntuti Navalny tetapi membantah ada upaya meracuni dia.

Otoritas Rusia belum membuka penyelidikan kriminal atas keracunan pemimpin oposisi itu.

Navalny mengatakan "reaksi histeris" otoritas Rusia hanya membuktikan kesalahan mereka.

"Anda menyebut bel pintu pembunuh - mereka mendobrak pintu Anda dan membawa Anda untuk diinterogasi," tulis dia di blognya.

Sobol yang menjadi pengacara karena praktik, telah mengumumkan rencana mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen tahun depan.

Dia menjadi terkenal pada musim panas 2019 ketika dia dan politisi-politisi oposisi lainnya dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan dewan lokal di Moskow.

Para kandidat yang dilarang itu memelopori demonstrasi di ibu kota Rusia memprotes dikeluarkannya mereka dari pemilu dan Sobol juga melancarkan mogok makan selama sebulan sebagai protes.

Sejumlah kalangan yang mengkritik Kremlin menuduh pihak berwenang melakukan tindakan keras terhadap oposisi ke tingkat lebih tinggi lagi dalam beberapa bulan terakhir.

Tetapi Navalny,yang menjalani terapi fisik di Jerman pada Kamis malam mengatakan dia seperti biasanya optimistis.

"Saya sangat yakin bahwa kami akan menang," kata dia dalam siaran YouTube yang dibawakan Sobol.

"Dan meskipun hidup membuat kami agak tertekan, kami akan bakal lebih kuat lagi."

as-acl/har