Rusia Teruskan Larangan Adopsi Bagi Warga AS

Moskow (AFP/ANTARA) - Majelis Tinggi Parlemen Rusia pada Rabu dijadwalkan akan membuat pemungutan suara untuk sebuah rancangan undang-undang terkait larangan bagi warga Amerika mengadopsi anak-anak dari negara itu, sebagai balasan atas bagian undang-undang hak asasi manusia baru di Amerika Serikat.


Rancangan undang-undang yang sangat kontroversial itu memicu ketegangan antara dua mantan rival Perang Dingin itu pada saat Washington membutuhkan bantuan Moskow guna meyakinkan Presiden Bashar al-Assad untuk menghentikan kekuasaannya di Suriah.


Rancangan undang-undang itu telah mendapatkan tiga persetujuan yang dibutuhkan di majelis rendah Negara Bagian Duma dan akan disampaikan ke meja Presiden Vladimir Putin sebelum akhir tahun ini.


Majelis Dewan Federasi itu - yang secara eksklusif terdiri dari sekutu Putin dan anggota partai yang berkuasa - diperkirakan akan sangat menyetujui racangan itu setelah didukung daalam sebuah rapat komite pada Selasa.


“Ini tidak akan mengarah pada pelanggaran hak-hak asasi internasional,” kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pada Selasa.


“Rusia sepenuhnya melaksanakan hak-hak itu berdasarkan hukum internasional,” tambahnya dalam beberapa komentar yang memperkuat spekulasi bahwa Putin akan menandatangani RUU itu menjadi undang-undang.


Rancangan itu juga mencakup ketentuan yang melarang sejumlah organisasi politik Rusia menerima dana dari Amerika Serikat.(kn/ik)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.