Rusia Tuduh Israel Manfaatkan Ukraina untuk Pengalihan Isu Palestina

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Rusia mengecam Israel pada Jumat karena pernyataan "anti-Rusia"-nya setelah Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid setelah memilih menangguhkan Moskow dari keanggotaan Dewan HAM PBB.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut pernyataan Lapid "disesalkan" dan menuduh Israel memanfaatkan konflik Ukraina sebagai pengalihan atas konflik Israel-Palestina.

"Kami memperhatikan pernyataan agresif Menteri Luar Negeri Yair Lapid," jelas Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilaporkan kantor berita TASS.

"Pernyataan Menteri Luar Negeri Israel menimbulkan penyesalan dan penolakan. Ada upaya kamuflase yang buruk untuk memanfaatkan situasi di Ukraina untuk mengalihkan perhatian komunitas internasional dari salah satu konflik tertua yang belum terselesaikan, Palestina-Israel," lanjutnya, dikutip dari laman Middle East Eye, Minggu (17/4).

Moskow juga mengecam Israel atas pendudukannya di Tepi Barat dan blokade Jalur Gaza, yang ditekankan Rusia didukung AS.

"Juga patut diperhatikan bahwa, pendudukan terlama dalam sejarah dunia pascaperang dilakukan dengan dengan kerjasama diam-diam dari negara-negara Barat terkemuka dan dukungan aktual AS," jelasnya.

Awal bulan ini, Majelis Umum PBB menangguhkan keanggotaan Rusia dari Dewan HAM PBB karena laporan dugaan pelanggaran HAM di Ukraina, memicu Moskow mengumumkan mereka keluar dari badan tersebut.

Lapid mengatakan "membunuh warga sipil tak berdosa" menjadi alasan Israel memilih menangguhkan Rusia dari dewan tersebut.

Namun Lapid menekankan pilihan itu tidak mengubah opini Israel terhadap Dewan HAM PBB sebagai "badan yang radikal, cacat moral, bias, dan anti Israel". [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel