Rusli Zainal, dari Mengajar Mengaji Menjadi Tersangka

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hengki Seprihadi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau HM Rusli Zainal ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap PON Riau 2012.  

Perjalanan Rusli Zainal menjadi orang nomor satu di Riau, melewati jalan yang berliku dan terjal.

Rusli bertahan hidup dengan mengajar mengaji, dan tidak segan jika harus berutang di warung. Bermodalkan uang Rp 15 ribu, Rusli muda merantau dari kampungnya, Desa Bolak, di pinggiran Kabupaten Indra Giri Hilir.

Berbekal pengalaman dan ridho Allah, ia berhasil menjadi pengusaha dan terpilih menjadi anggota DPRD Inhil. Melalui kerja keras seiring berjalannya waktu, Rusli terpilih menjadi Bupati Indra Giri Hilir, dan merupakan yang pertama dari kalangan swasta.

Dalam mewujudkan mimpinya membangun Riau, Rusli mencoba bertarung di Pilgub Riau, dan berhasil menyingkirkan gubernur petahana saat itu, Shaleh Yasit. Rusli menyadari, jabatan yang diembannya merupakan amanah dan titipan Tuhan, dan ia ikhlas kapanpun jabatan itu diambil kembali.

"Jabatan adalah amanah dan titipan, kapanpun diambil saya ikhlas. Saya hanya rakyat biasa yang bercita-cita ingin membawa perubahan bagi Riau," ujar Rusli saat wawancara live di salah satu stasiun televisi swasta di Riau, Jumat (8/2/2013).

Meski apa yang ia hadapi cukup berat, Rusli tetap berdoa bisa memberikan yang terbaik bagi Riau.

"Doakan yang terbaik, bukan saja buat saya, tapi demi mimpi Riau yang cemerlang dan terbilang," ucapnya.

Menurut Rusli, membangun Riau merupakan tanggung jawab dan rasa cinta dalam mewujudkan komitmen sebagai gubernur.

"Saya boleh jadi tersangka, tapi apa yang sudah saya pancangkan dalam mewujudkan mimpi Riau, tidak boleh padam dan mati. Kebangkitan Riau jangan jadi slogan
saja," tuturnya.

"Perjuangan Riau sebagai negeri yang kaya harus dilanjutkan. Riau negeri kaya raya, memberi makan seluruh rakyat Indonesia. Tapi, rumah kita sendiri miskin luar biasa, ini yang saya perjuangkan, bertaruh badan dan kehormatan. Meski orang menilai tidak mampu, kita buktikan kita bisa," tegasnya.

Rusli menjelaskan, apa yang ia hadapi saat ini tidak menjadi halangan untuk terus menjalankan tanggung jawab. Senin nanti, ia akan memimpin upacara akbar.

"Saya memiliki tanggung jawab memastikan semua harus jalan baik. Pintu pagar saya buka selebar-lebarnya. Seluruh rakyat dengarkan lah. Mari adik-adik yang acap kali membawa spanduk mendemo saya," ajak Rusli mengundang seluruh masyarakat Riau untuk mendengar pidatonya.

Rusli berpesan, perjuangan Riau belum selesai, dan masih banyak yang harus diperbuat demi mewujudkan mimpi Riau.

"Doakan saya agar tegar melalui cobaan yang cukup berat ini," pintanya.

Sekembalinya dari Jakarta, Rusli akan berkumpul dengan keluarga, yang selama ini sering terabaikan.

"Saya ingin lebih banyak mengisi hari dengan keluarga," katanya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.