Rutan Kabanjahe Rusuh, Seluruh Napi Akan Dipindahkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Kombes Argo Yuwono menyebut, seluruh warga binaan baik yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) maupun belum akan dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara Kabanjahe, Medan, Sumatera Utara ke berbagai rumah tahanan di Medan.

"Inkrah sebanyak 268 orang akan dipindahkan ke berbagai rutan di Sumatera Utara, kemudian ada 142 warga yang belum inkrah nanti dari hasil koordinasi akan dititipkan di rutan polres atau polsek di Sumut," kata Argo Yuwono di Pekanbaru, Riau, Kamis (13/2/2020) seperti dilansir Antara.

Meski tidak menyebutkan jadwal pemindahan napi dan alasan terjadi pembakaran, Argo memastikan kondisi di Rutan Kabanjahe kondusif dan dijaga aparat TNI dan Polri.

"Itu semua bertujuan untuk mengamankan bahwa agar kejadian tidak terulang kembali dan situasi saat ini juga kondusif, dan TNI Polri masih melakukan penjagaan," ujar Argo.

"Masih diselidiki, yang pasti tidak ada korban," kata dia.

Argo menyebut, pemindahan warga binaan di Rutan Kabanjahe tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

Warga binaan inkrah merupakan tahanan yang sudah diputuskan vonisnya dan hanya menunggu dilakukan pemindahan. Sedangkan sisanya merupakan warga binaan titipan yang sedang dalam proses penyidikan, penuntutan maupun proses penindakan.

Kronologi Kericuhan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, saat ini personel Polres Tanah Karo sudah di Rutan Kabanjahe untuk melakukan pengamanan dan evakuasi. Pemadam kebakaran juga sudah tiba di Rutan untuk upaya pemadaman.

 Kericuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu (12/2/2020). Kericuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Kabag Humas Ditjen PAS) Rika Aprianti menceritakan, awal kericuhan terjadi karena oknum warga binaan pemasyarakatan (WBP) tak terima dengan pemberantasan narkoba di dalam Rutan.

"Pemantik kejadian lantaran ada oknum WBP tidak terima atas upaya pemberantasan narkoba di dalam Rutan," ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020).

Menurut Rika, oknum warga binaan yang terima adanya pemberantasan narkoba di Rutan Kabanjahe memprovokasi warga binaan lainnya agar petugas Rutan tak menggeledah kamar-kamar para warga binaan.

Menurut Rika, sebelum kericuhan terjadi, petugas Rutan sudah menggelar penggeledahan kamar warga binaan sejak Rabu 8 Januari 2020. Dari hasil penggeledahan ditemukan narkoba jenis shabu-shabu seberat 30 gram milik empat orang warga binaan.

Empat orang warga binaan tersebut kemudian dijerat sebagai tersangka dan di tahan di Polres Tanah Karo. Namun, pada Selasa 11 Februari 2020, empat orang warga binaan tersebut dikembalikan ke Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

"Empat orang WBP tersebut, justru melakukan provokasi terhadap WBP lainnya. Supaya menentang penggeledahan yang dilakukan petugas Rutan bersama Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe," kata Rika.

Terprovokasi, akhirnya kericuhan pun terjadi pada Rabu 12 Februari 2020 sekitar pukul 12.00 WIB.

"WBP di Rutan Kabanjahe terprovokasi melakukan pemberontakan kepada petugas Rutan. WBP juga terprovokasi melakukan pembakaran gedung perkantoran Rutan Kelas IIB Kabanjahe," kata Rika.

Saksikan video pilihan di bawah ini: