Rutan Pontianak Bebaskan Ciuman di Area Terbuka

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Sejumlah hal tidak wajar ditemukan Ombudsman RI saat melakukan supervisi di Rutan Klas II A Pontianak. Supervisi yang dilakukan di antaranya pada 24 April 2013, 10 dan 29 Mei 2013.

Di antara temuannya, beberapa pengunjung dan penghuni Rutan bertindak tidak sopan dengan melakukan ciuman dan pelukan dengan bebas di ruang terbuka.

"Padahal di ruang tersebut banyak anak-anak di bawah umur," ujar Wakil Ketua Ombudsman RI, Hj Azlaini Agus saat seminar di Meranti Ballroom Hotel Mercure Pontianak, Kamis (30/5/2013).

Pihaknya juga menemukan bahwa petugas tidak melakukan penggeledahan atau pemeriksaan terhadap pengunjung atau pemeriksaan badan, sedangkan barang bawaan diperiksa sekadarnya. Bahkan terkadang tidak diperiksa sama sekali. Di ruang kunjungan juga tidak ada pengawasan dari petugas.

Lanjutnya, ditemukan juga ruang geledah untuk wanita yang berada di sebelah kiri gerbang masuk tidak berfungsi. "Petugas juga memperbolehkan pengunjung berkunjung di luar jam yang ditentukan yaitu jam 12.00 WIB dan dilakukan tanpa registrasi di loket pendaftaran dan sudah tutup," ujarnya.

Rutan adalah area bebas HP, namun Ombudsman menemukan masih banyak warga binaan/tahanan yang memiliki HP. "Bahkan di ruang kunjungan masih terdapat pengunjung yang menggunakan HP," kata Azlani.

Berdasarkan temuan-temuan itulah Ombudsman RI menyatakan bahwa Rutan Klas II A Pontianak adalah Rutan terburuk di Indonesia.

Baca Juga:

  • Kabur dari Rutan Dumai, Riki Ditangkap Lagi di Hotel
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.