Rutin Bercinta, Jamin Suami Enggak Selingkuh?

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVABercinta kerap dianggap sebagai cara ampuh untuk mempertahankan hubungan pernikahan bagi pasangan suami istri. Namun, benarkah rutin bercinta akan membuat suami makin cinta dan jauh dari drama pelakor?

Diakui Seksolog Zoya Amirin, M.Psi., FIAS, bercinta memang mampu membuat rasa cinta tumbuh di antara kedua pasangan. Hanya saja, hal itu perlu dibarengi dengan keintiman lain dan bukan sekadar penetrasi semata.

"Bercinta bisa membuat rasa cinta dipelihara kalau ada intimacy seperti berpegangan tangan, berpelukan, sentuhan, berciuman," ujar Zoya dalam webinar 'Apa Perlu Bercinta, Biar Cinta?' oleh Fiesta Condoms, beberapa waktu lalu.

Zoya menerangkan, berdasarkan teori Robert J Sternberg ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan terkait jatuh cinta. Paling utama adalah keintiman untuk membuat perasaan kedekatan, keterhubungan, dan keterikatan dalam hubungan cinta termasuk di dalamnya perasaan yang menimbulkan pengalaman kehangatan dalam hubungan cinta.

Kemudian, passion alias gairah mengacu pada dorongan yang mengarah pada romansa, ketertarikan fisik, penyempurnaan seksual, dan fenomena terkait dalam hubungan cinta. Terakhir, komitmen dalam jangka pendek menyangkut keputusan bahwa seseorang mencintai satu sama lain, dan dalam jangka panjang, merupakan bentuk komitmen seseorang untuk mempertahankan cinta itu.

"Idealnya, cinta yang sehat memiliki tiga komponen tersebut yang berinteraksi satu sama lain," kata Zoya.

Senada, certified matchmaker, Zola Yoana, menyebut bercinta bisa membuat rasa cinta terus tumbuh namun caranya tak melulu dengan penetrasi. Fokus utama dari bercinta adalah proses keintiman agar rasa cinta tumbuh subur sehingga komitmen jangka panjang bisa dilakukan dalam pernikahan.

"Misalnya sudah lama enggak having sex, ya harus cuddling dulu, foreplay, menarik pasangan, ada keintiman," kata Zola dalam kesempatan yang sama.