Rwanda Temukan Kuburan Genosida Berisi 30.000 Mayat

Daurina Lestari

VIVA – Otoritas Rwanda menemukan kuburan massal yang memuat 30 ribu mayat. Penemuan ini menjadi salah satu penemuan yang historis setelah lebih dari 25 tahun peristiwa genosida terjadi Rwanda yang memakan 800 ribu korban jiwa etnis Tutsi serta Hutu Moderat.

Laporan penemuan ini muncul setelah oknum-oknum yang dulu pernah terlibat gerakan aksi genosida ini sudah dibebaskan dari penjara. Kemudian para tahanan yang sudah bebas tersebut bersedia untuk menawarkan informasi baru tentang kuburan massal ini.

Dilansir dari Independent pada hari Selasa, 07 April 2020, lokasi penemuan kuburan itu ada di bendungan lembah yang ada di luar ibu kota Kigali. Sebanyak 50 mayat sudah diangkat sejauh ini, namun evakuasi harus terhambat akibat lockdown sebagai pencegahan COVID-19.

“Tantangan yang kita hadapi sekarang adalah bendungan lembah yang berisi air, tetapi kami berusaha mengeringkannya,” tutur Naphtal Ahishakiye, Sekretaris Eksekutif Organisasi Korban Genosida, Ibuka.

Menggali jenazah selama pandemi corona COVID-19 sangat menantang, karena tidak diperkenankan untuk membuat perkumpulan.

“Tapi kami mencoba yang terbaik sehingga kami memberikan penguburan yang layak kepada orang mati,”

Untuk diketahui, penemuan ini juga menjadi salah satu yang paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih lagi Rwanda sedang memperingati 26 tahun kejadian Genosida yang jatuh pada hari Selasa, 07 April 2020 ini.

Genosida itu terjadi antara 7 April sampai 15 Juli 1994. Para ekstremis etnis Hutu membantai anggota etnis minoritas Tutsi, serta lawan politik mereka siapa pun itu. Sekitar 70 persen populasi Tutsi di negara itu terbunuh.

Laporan: Abdulah Saputra