Ryan Jombang Akui Salah, Komandan Upacara di Istana Jadi Presiden

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kasus penganiayaan yang menimpa terpidana kasus pembunuhan beruntun Very Idham Henyansyah alias Ryan 'jagal' Jombang oleh Habib Bahar bin Smith di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur berakhir damai. Ryan mengakui dia yang salah dan menerima keadaan.

Kabar Ryan Jombang dianiaya Habib Bahar di dalam lapas ini menjadi salah satu topik berita hangat dan paling populer di laman VIVA, Kamis, 19 Agustus 2021. Selain itu, kabar lain yang tak kalah menarik dari adalah dialog panas Ali Mochtar Ngabalin dan Said Didu terkait mural Presiden Jokowi.

Kabar terkini juga datang dari Vanuatu, negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan yang dikabarkan tengah mengalami krisis ekonomi dan menjual kewarganegaraan mereka.

Ada juga kisah humanis seorang komandan upacara HUT RI di era Presiden Soeharto yang ternyata jadi Presiden RI sepuluh tahun kemudian, siapa dia?

Berita-berita menarik itu bisa disimak dalam Round Up berikut ini:

1. Kalapas: Masalah Habib Bahar Sudah Selesai, Ryan Jombang yang Salah

Habib Bahar bin Smith dikabarkan bertikai dengan terpidana lainnya yakni Very Idham Henyansyah alias Ryan 'jagal' Jombang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur. Namun, masalah keduanya sudah diselesaikan secara damai.

Kalapas Gunung Sindur Mujiarto menjelaskan masalah yang melibatkan Habib Bahar dengan Ryan Jombang. Menurut dia, persoalan ini lantaran salah paham antara keduanya sehingga memicu perselisihan.

Baca selengkapnya di tautan ini

2. Ngabalin Murka ke Said Didu: Pernyataan Anda Sangat Menyesatkan!

Mural bergambar mirip Presiden Joko Widodo bertulis '404:Not Found' di Kota Tangerang jadi sorotan karena aparat sempat menyatakan lambang negara yang dihina. Mural tersebut dihapus aparat meski ternyata menurut Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Presiden bukan lambang negara.

Hal tersebut dibahas dalam Catatan Demokrasi tvOne dengan tema 'Mural Jokowi 'Not Found': Kenapa Dihapus?'. Sejumlah narasumber hadir sebagai pembicara seperti Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, dan dua pegiat media sosial Ade Armando serta Roy Suryo.

Baca selengkapnya di tautan ini

3. Ajudan Jokowi Kombes Adi Vivid Kumpulkan Lulusan Akpol 1998, Ada Apa?

Keluarga besar alumni Akpol 1998 batalyon Parama Satwika beserta Bhayangkari di seluruh Indonesia dan perwakilan dari Belanda menggelar kegiatan refleksi kebangsaan dan doa bersama secara virtual.

Ketua Alumni Akpol 1998/Parama Satwika yang juga menjabat sebagai Ajudan Presiden Jokowi, Kombes Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan kegiatan ini digelar sebagai refleksi kebangsaan merupakan wujud rasa nasionalisme kepada bangsa dan negara. Yang man para pelaku abdi negara ini wajib menumbuhkan kecintaanya yang harus terwujud dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Baca selengkapnya di tautan ini

4. Ekonomi Terpukul Vanuatu Jual Kewarganegaraan, Para Buron Membeli

Vanuatu, sebuah negara di Pasifik, berhasil menjaga perekonomiannya di tengah pandemi melalui skema "Investasi Tunai Untuk Paspor'. Nilainya sekitar Rp2 miliar per paspor.

Dengan hancurnya sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19, Vanuatu menghasilkan $175 juta dari program kewarganegaraan kehormatan, atau 35 persen dari total pendapatan negara.

Baca selengkapnya di tautan ini

5. Nasib Komandan Upacara di Istana, 10 Tahun Kemudian Jadi Presiden

Sebuah video ucapara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka tahun 1994 viral di media sosial. Yang jadi viral lantaran komandan upacara saat itu punya nasib yang tak terduga, dia bahkan menjadi orang terpenting di Indonesia, siapakah sosok komandan upacara itu?

Dikutip VIVA dari Instagram @kibcenter, Kamis 19 Agustus 2021, ternyata sosok komandan upacara 17 Agustus 1994 di Istana Merdeka yang saat itu Presidennya masih Suharto adalah Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang masih pangkat Kolonel.

Baca selengkapnya di tautan ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel