Saat 6 Individu Siamang Pulang dari Jakarta ke Sumut Gunakan Pesawat Terbang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Sebanyak 6 individu siamang pulang dari Jakarta ke Sumatera Utara (Sumut). Kedatangan 6 individu satwa dengan nama latin Symphalangus syndactylus diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBKSDA Sumut, Irzal Azhar mengatakan, 6 individu siamang tersebut berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur-(BKSDA) Jakarta. Tiba di Sumut melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia.

"Berdasarkan keterangan dari BKSDA Jakarta, keenam individu siamang merupakan hasil penyerahan masyarakat kepada petugas, dan sempat dititipkan di PPS Tegal Alur yang dikelola BKSDA Jakarta," kata Irzal, Sabtu (25/9/2021).

Sebelum translokasi, petugas medis PPS Tegal Alur telah melakukan pemeriksaan baik perilaku maupun kesehatan. Penilaian perilaku dan kesehatan, dengan melakukan pengamatan terhadap sifat liar, perilaku makan, kualitas feses, kondisi tubuh dan perilaku alami.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan yang telah dilakukan, 6 individu siamang tidak mengalami perubahan perilaku alaminya. Dari segi kesehatan, satwa dinyatakan sehat serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular atau infeksius.

"Kesimpulannya, satwa-satwa tersebut layak untuk direlokasi guna dilepasliarkan ke habitatnya," sebur Irzal.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dilakukan Tes Darah

Hasil pemeriksaan dan pengamatan yang telah dilakukan, 6 individu siamang tidak mengalami perubahan perilaku alaminya (Istimewa)
Hasil pemeriksaan dan pengamatan yang telah dilakukan, 6 individu siamang tidak mengalami perubahan perilaku alaminya (Istimewa)

Diterangkan Irzal, sebelum diberangkatkan ke Sumut, 6 individu siamang dengan jenis kelamin 4 jantan dan 2 betina telah dilakukan tes darah untuk memantau penyakit elisa rabies. Hasilnya dinyatakan Titer Antibodi Rabies (Non Protektif).

"Demikian juga dengan tes Covid-19, hasilnya negatif," ujarnya.

Proses pemindahan translokasi siamang telah mengacu kepada Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor: SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid-19 Pada Manusia dan Satwa Liar, serta telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare.

Dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi

Penilaian perilaku dan kesehatan dilakukan dengan pengamatan terhadap sifat liar, perilaku makan, kualitas feses, kondisi tubuh dan perilaku alami (Istimewa)
Penilaian perilaku dan kesehatan dilakukan dengan pengamatan terhadap sifat liar, perilaku makan, kualitas feses, kondisi tubuh dan perilaku alami (Istimewa)

Saat tiba di Bandara Kualanamu pada Kamis, 23 September 2021, sekitar pukul 09.00 WIB, 6 individu siamang segera dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Primata lainnya yang dikelola Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), mitra kerja sama BBKSDA Sumut, di Bukit Mas Besitang, Langkat, guna menjalani proses karantina.

"Di sana (Langkat), satwa-satwa tersebut juga direhabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Siamang ini merupakan satwa endemik Sumatera. Dibeli sejak kecil oleh yang melihara. Setelah tahu satwa dilindungi, diserahkan ke BKSDA Jakarta," Irzal menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel