Saat Berjualan, Butuh Mental Kuat untuk Menurunkan Gengsi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setiap harinya kita berurusan dengan uang. Menghasilkan uang hingga mengatur uang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Bahkan masing-masing dari kita punya cara tersendiri dalam memaknai uang. Dalam tulisan kali ini, Sahabat Fimela berbagi sudut pandang tentang uang yang diikutsertakan dalam Aku dan Uang: Berbagi Kisah tentang Suka Duka Mengatur Keuangan. Selengkapnya, yuk langsung simak di sini.

***

Oleh: Inggal Satiani Rahayu

Berjualan merupakan salah satu tujuan untuk dapat hasil berupa keuntungan. Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia hampir semua orang yang terkena PHK pun beralih kesibukan untuk berjualan. Tapi, tidak semua orang punya nyali dan kepercayaan diri yang tinggi untuk memulai berjualan. Mental yang kuat sangat dibutuhkan untuk menurunkan rasa malu dan gengsi. Sama seperti aku, yang merasa sangat malu untuk pertama kali berjualan.

Aku seorang lulusan salah satu perguruan tinggi pertanian terbaik di Indonesia, memiliki cita-cita ingin membuka lapangan kerja dan bisa membantu perekonomian orang lain. Tapi ternyata apa pun yang dirintis dari nol memang membutuhkan upaya yang luar biasa. Almamater ketika sekolah tidak menjamin kita akan hidup makmur, kecuali adanya usaha dari diri sendiri.

Menjemput Rezeki

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/nengnatee
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/nengnatee

Setelah lulus kuliah tahun 2019 aku ingin menambah keterampilan dan pengalaman dengan bergabung di perusahaan start up yang bergerak di bidang jual beli hewan kurban. Aku yang baru pertama kali, hanya sekadar untuk menyebarkan selebaran dagangan hewan kurban saja rasanya gak percaya diri, malu, deg-degan tak karuan, pesimis sekali untuk bisa mendapatkan pembeli. Setelah berhari-hari promosi lewat broadcast yang banyak diabaikan, satu per satu pembeli berdatangan. Berhadapan dengan berbagai macam karakter konsumen aku hadapi. Hingga akhirnya aku sangat bersyukur dengan hasil yang aku dapatkan.

Setelah masa kurban selesai tahun 2019, aku coba berjualan buku anak untuk menambah penghasilan sehari-hari. Online aku kerjakan, offline juga aku kejar. Malu? Iya. Aku keliling dari satu TK ke TK lain izin kesana kemari untuk buka lapak.

Hingga saat ini, aku mencoba untuk berjualan juga susu kambing. Uang yang didapatkan dari keuntungan sangat aku syukuri aku berterima kasih kepada diriku sendiri untuk menurunkan gengsi dan rasa malu. Dari semua ini yang bisa aku dapatkan yaitu rasa malu dan gengsi terus menerus tidak akan membuat kemampuan kita berkembang. Rezeki sudah diatur Tuhan tapi Tuhan melihat siapa yang berusaha dan 9 dari 10 pintu rezeki itu dibuka dengan cara berjualan.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel