Saat ditangkap, bekas Wali Kota Salatiga mengaku sakit

MERDEKA.COM, Setelah ditangkap penyidik Polda Jateng, Mantan Wali Kota Salatiga John Manuel Manoppo langsung dibawa penyidik Polda Jateng ke RS Bhayangkara, di Kawasan Kabluk, Kota Semarang Selasa (13/11).

Di rumah sakit Polda Jateng itu, John menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebab, yang bersangkutan saat ditangkap di rumah pengacaranya Heru Ismanto di Jl Imam Bonjol, Salatiga sempat berkelit dan beralasan bahwa dirinya sakit.

Namun hasil pemeriksaan selama satu jam membuktikan John tidak sakit. Sehingga laki-laki berperawakan tinggi kurus dan berkulit putih itupun langsung dibawa oleh rombongan penyidik Polda Jateng ke sel tahanan Polda Jateng.

"Saat ditangkap di Salatiga, John langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk dicek kesehatannya. Saat ditangkap, John beralasan sakit. Ia akan ditahan di rutan Polda Jateng," ungkap Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi Mas Guntur Laope Selasa(13/11) saat dikonfirmasi merdeka.com.

Sebelumnya, mantan Wali Kota Salatiga John Manuel Manoppo ditangkap penyidik Polda Jawa Tengah, berkaitan dengan korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. John dijemput penyidik dari kantor kuasa hukumnya, Heru Wismanto, Selasa (13/11) di Jl Imam Bonjol Kota Salatiga, sekitar pukul 10.30 WIB siang tadi.

Penangkapan berlangsung singkat dan cepat. Bahkan beberapa awak media tidak sempat mengabadikan moment penangkapan itu. John Manoppo, panggilan akrabnya dibawa rombongan penyidik Polda Jateng meluncur dari rumahnya di Perumahan Mutiara, Tingkir, Kota Salatiga.

Saat itu, John Manoppo didampingi istrinya, Rosa Darwanti, bertemu para penyidik di kantor pengacaranya. Usai bertemu, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Berkas pemeriksaan mantan Wali Kota Salatiga John Manoppo yang menjadi tersangka kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) kota setempat dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejaksaan Tinggi(Kejati) Jawa Tengah pada 30 Oktober 2012 lalu.

"Berkas pemeriksaan tersangka sudah dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa penyidik beberapa hari yang lalu," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng Wilhelmus Lingitubun di Semarang, Selasa (30/10) lalu.

Penangkapan ini dilakukan Polda Jateng setelah Kejati Jateng memberikan desakan bahwa jika dalam waktu satu bulan pelimpahan tahap dua tidak dilaksanakan penyidik kepolisian maka kejaksaan akan melayangkan surat ke Polda Jateng.

"Setelah tersangka dan barang bukti dilimpahkan maka status penyidikan akan dinaikkan ke tahap penuntutan guna penyusunan dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.