Saat Dosen asal Sudan Ikut Antarkan Rombongan Jemaah Haji di Malang

Merdeka.com - Merdeka.com - Para dosen asal Sudan dan Libya, pengajar di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang turut melepas keberangkatan jemaah haji asal Kota Malang. Rombongan dosen sekitar 10 orang tersebut berbaur bersama pengantar lain di Lapangan Rampal Kota Malang.

"Mereka teman. Mereka ini dosen, ada yang dari Sudan, dari Libya sedang mengajar di UIN Maliki Malang," jelas Imam Ahmad, salah satu calon jemaah haji di Lapangan Rampal Kota Malang, Minggu (12/6).

Karena akrab dan sering bertemu di kampus, para dosen tersebut turut mengantar dan mendoakan saat keberangkatan Imam Ahmad dan keluarga. Imam Ahmad sendiri salah satu staf administrasi di UIN Maliki Malang.

"Bukan kerabat, tepatnya teman, mereka ke sini ingin turut mendoakan kita saja," tegasnya.

Para dosen tersebut mencari Imam Ahmad yang sudah berada di atas bus. Sesaat setelah dibantu petugas, akhirnya menemukan orang yang dicarinya. Kehadiran mereka sempat mengundang perhatian masyarakat di sekitar.

Mereka selanjutnya mengajak memanjatkan doa untuk keluarga yang hendak berangkat berhaji. Terlihat beberapa kali, mereka menemukan orang dicari dan memanjatkan doa bersama-sama secara melingkar.

Usai berdoa tampak beberapa masyarakat pengantar lainnya terlibat meminta berfoto bersama. Mereka pun terlihat melayaninya.

Sebanyak 690 Orang jemaah haji asal Kota Malang diberangkatkan dari Lapangan Rampal Kota Malang menuju Asrama Haji Surabaya. Mereka terbagi dalam Tiga Kelompok Terbang (kloter) yakni 14,15 dan 16.

Sebelum keberangkatan para jemaah diharuskan menjalani swab sebelum masuk ke asrama haji di Surabaya.

"Persyaratan masuk ke asrama itu harus swab. Alhamdulillah 690 orang semuanya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang tersisa," tegas Sutiaji, Walikota Malang usai melepas jemaah.

Prosesi dan pemberangkatan dipimpin oleh Walikota Malang, Sutiaji. Ribuan warga masyarakat turut melepas keberangkatan para jemaah.

Sementara itu, jemaah haji termuda berusia 20 tahun sebanyak dua orang dan jemaah haji tertua berusia 65 tahun. Jemaah haji juga terdiri dari 29 Orang ASN Kota Malang, termasuk di dalamnya walikota Malang, Sutiaji. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel