Saat Hasil Panen Berlimpah, Petani Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Fikri Halim, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hasil produksi pertanian cabai merah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara melimpah dengan kondisi stok aman di bulan Ramadhan 1442 Hijriah/2021. Namun, petani cabai mengeluhkan harga jual yang anjlok. Diperkirakan, itu disebabkan daya beli masyarakat menurun akibat pandemi COVID-19.

Hal itu diketahui setelah Kepala Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) I, Ramli Simanjuntak meninjau langsung harga cabai di Pasar Roga, Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu kemarin, 28 April 2012.

"Saya melakukan sidak di Pasar tersebut, harga cabai merah saat ini adalah Rp23 ribu per kilogram," sebut Ramli saat dikonfirmasi VIVA, Kamis, 29 April 2021.

Baca juga: Bikin Heboh Indonesia dengan Babi Ngepet, Adam: Saya Ngaku Salah

Ramli menjelaskan, Pasar Roga tersebut, merupakan jalur distributor cabai ke sejumlah daerah lainnya, yakni Kota Medan, Bagan Batu, Kota Pekan Baru, Provinsi Aceh hingga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Yang ada petani mengeluhkan harga cabai mereka rendah (anjlok), hingga cuma Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya," jelas Ramli usai mendengar curahan hati (curhat) petani di Kabupaten Karo.

Hal serupa juga dialami cabai hijau dan cabai rawit. Ramli mengatakan hasil panen melimpah juga dirasakan petani sayur-sayuran di Kabupaten Karo. Begitu juga, harga jual mengalami anjlok.

Ramli juga menyebutkan, meski Gunung Sinabung terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Namun, tidak memengaruhi produksi pertanian. Malah sebaliknya, berdampak hasil panen yang baik dan melimpah.

"Tidak ada (pengaruh erupsi Gunung Sinabung). Pasokan banyak dan permintaan belum banyak. Sehingga daya beli masyarakat (menurun) juga kali di Kota Medan ini," ungkap Ramli.

Ramli mengharapkan, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk menyikapi keluhan para petani. Jangan dibiarkan petani terus merugi dengan kondisi. Akan berdampak dengan kestabilan produksi pertanian pangan.

"Ini harga murah, apa perhatian pemerintah. Kata petani. Kek mana awak menjawabnya," ucap Ramli yang mengaku berdiskusi dengan petani di Kabupaten Karo.

Ramli memberikan saran kepada Pemkab Karo. Untuk menyikapi hal ini, harus dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) untuk menampung hasil pertanian yang melimpah tersebut. Dengan tujuan, untuk menjaga kestabilan harga.

"Semestinya, pemerintah melalui BUMD lah beli (cabai dan sayur-sayuran) sekarang. Biar harga di petani bisa bersaing. Kemudian, disimpan lalu kalau nanti harga tinggi, BUMD bisa jalan (menjual) itu," kata Ramli.

Kesimpulan dari sidak dilakukannya, Ramli mengungkapkan dua pekan pada bulan Ramadan 1442 Hijriah/2021. Sejumlah harga kebutuhan pokok menurun. Namun, tetap diwaspadi harga pangan akan naik kembali menjelang hari Raya Idul Fitri tahun ini.

"Minggu depan (jelang Hari Idul Fitri) ini, perlu diperhatikan. Makanya, mulai sekarang kami sidang langsung ke asal produksi dan distribusi kebutuhan pokok ini," tutur Ramli.