WHO: Saat Ini Varian Delta COVID-19 Paling Menular Dibandingkan Lainnya

·Bacaan 1 menit

Mencegah Penularan

Liputan6.com, Jakarta World Health Organization (WHO) mengakui adanya kekhawatiran masyarakat dunia mengenai penularan varian Delta dari COVID-19. Badan kesehatan PBB itu mengakui, kekhawatiran tersebut juga mereka rasakan.

"Delta adalah yang paling menular dari varian yang diidentifikasi sejauh ini," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Jumat pekan lalu, ditulis Selasa (29/6/2021).

Tedros mengatakan, varian Delta telah diidentifikasi di setidaknya 85 negara, serta menyebar cepat di antara populasi yang tidak divaksinasi.

Menurut Tedros, saat beberapa negara melonggarkan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat, mulai terlihat ada peningkatan penularan di seluruh dunia.

Apabila semakin banyak kasus COVID-19, maka akan ada lebih banyak rawat inap, semakin terbebaninya petugas dan sistem kesehatan, yang juga meningkatkan risiko kematian.

Gunakan Semua Alat yang Dimiliki

Tedros kembali mengatakan bahwa varian baru dari SARS-CoV-2 sudah diperkirakan dan akan terus dilaporkan.

"Itulah yang dilakukan virus, mereka berevolusi, tetapi kita bisa mencegah munculnya varian dengan mencegah penularan," kata ahli kesehatan masyarakat asal Ethiopia tersebut.

"Ini cukup sederhana: lebih banyak transmisi, lebih banyak varian. Lebih sedikit transmisi, lebih sedikit varian."

Tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di zona merah Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11/2020). Total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia hari ini mencapai angka 502.110 usai penambahan harian sebanyak 4.442. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di zona merah Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11/2020). Total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia hari ini mencapai angka 502.110 usai penambahan harian sebanyak 4.442. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain itu, Tedros mengatakan bahwa kemunculan varian Delta mendesak semua pihak untuk menggunakan alat yang dimiliki, demi mencegah penularan penyakit.

"Penggunaan langkah kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang disesuaikan dan konsisten, dikombinasikan dengan vaksinasi yang adil," katanya.

Tedros pun menegaskan bahwa WHO sudah menyatakan bahwa selama setahun, vaksin harus didistribusikan secara adil, demi melindungi tenaga kesehatan dan kelompok yang paling rentan.

Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia

Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Covid-19 Varian Delta India Hantui Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel